Wali Kota Airin Diduga Langgar Lalu Lintas, Kapolres: Peraturan Tidak Ada Perbedaan 

Kapolres Tangsel AKBP Ferdy Irawan, mengatakan ia belum bisa menanggapi secara langsung terkait kasus.

Wali Kota Airin Diduga Langgar Lalu Lintas, Kapolres: Peraturan Tidak Ada Perbedaan 
ISTIMEWA
Wali Kota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany, tidak memakai helm saat dibonceng warga di Benda Baru, Pamulang, Tangerang Selatan, Minggu (10/2/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir 

TRIBUNJAKARTA.COM, SERPONG - Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Airin Rachmi Diany, tengah menjadi sorotan, karena tidak mengenakan helm ketika dibonceng saat naik sepeda motor.

Saat itu Airin membonceng seorang warga untuk meninjau permasalahan drainase di Benda Baru, Pamulang, Tangsel. 

Foto yang tersebar di media sosial menjadi viral karena warganet menyoroti Airin yang tidak mengenakan helm, dan mengaitkannya dengan kasus Adi Saputra. 

Seperti diketahui, Adi Saputra viral setelah ngamuk merusak motornya tidak terima ditilang polisi karena pelanggarannya tidak pakai helm

Lebih spesifik, warganet mengaitkan tindakan hukum yang diberikan kepada Adi dan perbedaannya dengan Airin. 

Kapolres Tangsel AKBP Ferdy Irawan, mengatakan ia belum bisa menanggapi secara langsung terkait kasus tersebut. 

Namun ia menegaskan bahwa hukum berlaku bagi siapapun, termasuk para pejabat. 

"Kalau saya sih belum bisa menanggapi apa-apa. Tapi yang jelas kalau peraturan itu tidak ada perbedaan, mau dia pejabat pun tidak ada perbedaan," ujar Ferdy, Selasa (12/2/2019). 

Ferdy mengaku belum bisa memberi tanggapan karena belum mengetahui konteks yang utuh dari tindakan Airin yang memilih dibonceng tanpa pakai helm. 

Viral Foto Wali Kota Airin Naik Motor Tak Pakai Helm, Wakil Wali Kota Tangsel: Harus Ditindak

"Gini saja, kalian minta ke Pemda ke Humasnya, apa sih yang menyebabkan seperti itu, kan seorang pejabat publik ada alasan tertentu kenapa terjadi seperti itu."

"Kita harus lihat dulu, dalam rangka apa, tentu ada alasannya, jadi kita juga jangan langsung ngejudge," paparnya. 

Pihaknya bisa saja melakukan tindakan, berupa tilang atau peringatan. 

"Penindakan itu bisa peringatan bisa tilang," ujarnya. 

Sementara, pihak Pemkot belum memeberikan penjelasan terkait kegiatan Airin pada Minggu (10/2/2019) lalu itu.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved