Pilpres 2019

Polemik Pelarangan Prabowo Salat Jumat di Masjid Agung Kauman, Sudirman Said: Saya Prihatin

Ia mengatakan Indonesia saat ini sudah sangat toleran. Perbedaan pilihan politik tidak sampai menghambat orang lain beribadah.

Polemik Pelarangan Prabowo Salat Jumat di Masjid Agung Kauman, Sudirman Said: Saya Prihatin
Tribunnews.com/Herudin
Bacawapres Prabowo Subianto keluar dari gedung KPU Jakarta menyapa pendukungnya usai melakukan pendaftaran bersama Sandiaga Uno, Jumat (10/8/2018). Prabowo Subianto bersama Sandiaga Uno mendaftar ke KPU sebagai syarat pencalonan untuk mengikuti Pilpres 2019. 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Kubu Prabowo-Sandi menyayangkan adanya keberatan dari Takmir Masjid Agung Kauman kepada Prabowo untuk menunaikan ibadah salat Jumat di Masjid tersebut.

Direktur Materi dan Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Sudirman Said bahkan mengatakan pelarangan tersebut mengingatkan pada kehidupan beragama di Indonesia pada era 1960-an.

“Saya prihatin dengan kejadian ini, mengingatkan pada masa kecil. Terakhir kali saya mendengar orang salat dilarang-larang waktu kecil tahun 60an. Ada kelompok yang melarang mushalanya dipakai karena beda aliran. Ada kelompok yang menghalangi rombongan mau salat ied di lapangan,” kata Sudirman kepada wartawan, Kamis, (14/2/2/2019).

Ia mengatakan Indonesia saat ini sudah sangat toleran. Perbedaan pilihan politik tidak sampai menghambat orang lain beribadah.

“Beda pilihan ya biasa saja. Kok sampai ada pelarangan seorang calon Presiden masuk ke masjid,” katanya.

Sudirman yakin pelarangan kepada Prabowo Subianto untuk beribadah Salat Jumat di Masjid Kauman, tidak merepresentasikan sikap warga Jawa Tengah, khususnya semarang. Sebagai Mantan Cagub Jateng, udirman mengaku tahu bagaimana sikap warganya.

“Masjid Kauman punya sejarah panjang, pasti para pengurusnya memiliki kebijakan, keluasan pikiran, dan hati. Saya tidak percaya kalau mereka tega melarang-larang. Saya mau duduk di barisan tengah karena masuk terlambat, oleh pengurusnya malah dibawa ke mihrab, duduk sebalahan dengan Imam.” katanya.

Oleh karena itu Sudirman mengaku sangat menyayangkan pelarangan Salat Jumat kepada Prabowo Subianto. Ia menduga justru ada pihak yang mau mempolitisasi ibadah nya Prabowo.

“Saya kok menduga ini justru ada pihak lain yang mempolitisasi salat Jumatnya Pak Prabowo,” pungkasnya.

Sebelumnya dilansir dari Tribun Jateng, Ketua Masjid Agung Semarang atau biasa disebut Masjid Kauman, KH Hanief Ismail, menyatakan keberatan adanya rencana Capres 02 Prabowo Subianto jumatan di Masjid Kauman Semarang, Jumat (15/2/2019).

Halaman
1234
Penulis: MuhammadZulfikar
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved