Anggota Geng Motor Masih Dibawah Umur, Polres Jakarta Selatan Akan Koordinasi dengan Pihak Sekolah

Polres Metro Jakarta Selatan akan berkoordinasi dengan pihak sekolah terkait dengan pelaku geng motor dibawah umur.

Anggota Geng Motor Masih Dibawah Umur, Polres Jakarta Selatan Akan Koordinasi dengan Pihak Sekolah
TribunJakarta/Dwi Putra Kesuma
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Andi Sinjaya Ghalib (tengah) menunjukan barang bukti sajam yang digunakan para pelaku anggota geng motor ketika beraksi, Selasa (19/2/2019) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Enam pelaku anggota geng motor berinisial NA (17), FZ (15), IR (18), AT (22), RR (17), KM (18), berhasil diringkus unit Resmob Polres Metro Jakarta Selatan pada Sabtu (16/2/2019) silam.

Seluruh pelaku, diamankan dari kediamannya masing-masing yang berada di kawasan Cipayung, Jakarta timur.

Untuk diketahui, satu diantara sejumlah aksi brutal para pelaku berhasil terekam kamera pengawas di Jalan Pejaten Raya, Pasar Minggu, ketika mereka menyasar sebuah warung pecel lele dan viral di media sosial.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Andi Sinjaya Ghalib menuturkan, mayoritas para pelaku masih di bawah umur, dan tengah mengenyam pendidikan di Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

"Mereka ini mayirotas masih sekolah, ada yang masih SMA bahkan masih ada yang kelas tiga SMP," ujar Andi dikonfirmasi, Rabu (20/2/2019).

Oleh sebab itu, Andi menuturkan pihaknya akan berkoordinasi perihal hukumannya dengan pihak sekolah masing-masing dari para pelaku.

Aksi Geng Motor di Jakarta Selatan: Jarah Pecel Lele, Lokasi Kumpul dan Jual Curian di Medsos

Seusai Beraksi, Geng Motor Ini Jual Hasil Curiannya di Media Sosial Menggunakan Sistem COD

"Kami akan koordinasi dengan pihak sekolah dan sejumlah lembaga perlindungan anak, mengingat mereka masih di bawah umur," jelas Andi.

Untuk diketahui, para pelaku terancam dijerat Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan, dengan ancaman penjara maksimal sembilan tahun lamanya.

Penulis: Dwi putra kesuma
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved