11 Hari TPA Burangkeng Ditutup, Warga Tetap Menuntut Kompensasi dari Pemkab Bekasi

Warga Desa Burangkeng hingga kini tetap menutup operasional Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi.

11 Hari TPA Burangkeng Ditutup, Warga Tetap Menuntut Kompensasi dari Pemkab Bekasi
TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
Spanduk penutupan TPA Burangkeng yang dilakukan warga menuntut kompensasi dari Pemerintah Kabupaten Bekasi, Senin, (4/3/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, SETU - Warga Desa Burangkeng tetap memilih menutup operasional Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng milik Pemerintah Kabupaten Bekasi.

Imbas dari penutupan itu, sampah di sejumlah wilayah mulai menumpuk selama kurang lebih 11 hari.

Ali Gunawan, ketua Tim 17 yang merupakan tim penerima dan penyampaian aspirasi warga Desa Burangkeng, mengatakan, warga sekitar TPA sudah puluhan tahun merasakan dampak sampah.

Untuk itu, warga ingin Pemerintah Kabupaten Bekasi memberikan perhatian lebih.

Menanggapi sampah yang mulai menumpuk imbas dari ditutupnya Desa Burangkeng.

Ali menegaskan, dampak tumpukan sampah yang saat ini ada di tiap-tiap wilayah tidak seberapa dengan apa yang selama ini dirasakan warga Desa Burangkeng dengan keberadaan TPA.

"Ibaratnya kan TPA (berdiri) udah lama, warga lain diluar Desa Burangkeng kan bisa merasakan apa yang kita rasakan seperti ini, ya baunya seperti apa, mereka baru beberapa hari kita kan udah puluhan tahun," kata Ali di Kantor Desa Burangkeng, Kamis, (14/3/2019).

Menurut Ali, tuntutan warga Desa Burangkeng terkait pemberian kompensasi dalam bentuk uang tunai merupakan suatu hal yang wajar.

Sebab selama ini, pemkab tidak pernah memberikan fasilitas lebih kepada warga yang terdampak TPA.

Halaman
12
Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved