Ban Bekas Jadi Pot Kembang Karena Kurangnya Lahan untuk Menampung Tanaman

Nantinya tiap pot yang sudah jadi akan di letakan di sepanjang jalan menuju Kelurahan Lubang Buaya.

Ban Bekas Jadi Pot Kembang Karena Kurangnya Lahan untuk Menampung Tanaman
TribunJakarta.com/Nur Indah Farrah Audina
Emi, Kepala Seksi Ekonomi Pembangunan dan Lingkungan Hidup selaku penanggung jawab atas kegiatan Tim Kreatif PPSU. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, CIPAYUNG - Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Kelurahan Lubang Buaya, Cipayung, Jakarta Timur menyulap ban bekas jadi pot kembang karena kurangnya lahan untuk menampung tanaman.

Hal ini diungkapkan langsung oleh Emi, Kepala Seksi Ekonomi Pembangunan dan Lingkungan Hidup selaku penanggung jawab atas kegiatan Tim Kreatif PPSU.

Tim ini terdiri dari 3 orang anggota PPSU, 6 orang kordinator lapangan dari jumlah total 74 PPSU. Sedangkan PPSU lainya saling membantu.

"Kita daur ulang ban, botol, tutup tempat sampah bekas, kaleng cat dan apa saja yang ada yang memang bisa di daur ulang saat grebek Jumantik untuk dijadikan pot kembang. Kan memang mau menanam lahannya tidak ada. Jadi Tim Kreatif ini buat pot kembang. Saat ini ada pot dari ban bekas, botol plastik bekas, tutup sampah bekas dan nanti rencananya dari kaleng cat bekas," ucap wanita 42 tahun itu kepada TribunJakarta.com, Jumat (15/3/2019).

Nantinya tiap pot yang sudah jadi akan di letakan di sepanjang jalan menuju Kelurahan Lubang Buaya.

VIDEO: Begini Suasana di Jembatan Penyeberangan Multiguna Tanah Abang

VIDEO: Detik-detik Kedatangan Romahurmuziy di Bandara Soekarno-Hatta

Ban bekas yang disulap menjadi pot tanaman oleh tim PPSU Kelurahan Lubang Buaya, Cipayung, Jakarta Timur, Jumat (15/3/2019).
Ban bekas yang disulap menjadi pot tanaman oleh tim PPSU Kelurahan Lubang Buaya, Cipayung, Jakarta Timur, Jumat (15/3/2019). (TribunJakarta.com/Nur Indah Farrah Audina)

Wanita berhijab itu juga menjelaskan jika kreativitas para petugas PPSU akan menginspirasi para warga untuk lebih perduli terhadap lingkungan.

"Nanti kalau sudah banyak yang jadi kita akan taruh di sepanjang jalan menuju ke sini. Semoga ini bisa menginspirasi, khususnya untuk RT dan RW agar bisa melakukan hal yang sama. Hal ini juga untuk mengurangi barang bekas yang ada di sekitar warga, yang bisa menimbulkan jentik nyamuk," sambungnya.

Kegiatan pengumpulan barang bekas sudah dilakukan sejak dua minggu lalu.

Sementara untuk proses pembuatan pot kembang baru dilakukan sejak kemarin, Kamis (14/3/2019).

Saat ini, beberapa pot yang sudah jadi sudah ditanami bibit sawi, kangkung, bayam, selada dan cabai.

Pengumpulan barang bekas juga dibuka untuk umum.

Bagi warga yang memiliki ban bekas, tutup tempat sampah bekas, kaleng cat atau botol plastik bekas bisa diberikan kepada PPSU, yang nantinya akan di daur ulang di Kelurahan Lubang Buaya.

Penulis: Nur Indah Farrah Audina
Editor: Erlina Fury Santika
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved