Pemilu 2019

Bawaslu Jakarta Timur Temukan Kasus Dugaan Serangan Fajar di 2 Kecamatan

Ahmad Syarifudin mengatakan temuan kasus di Kelurahan Lubang Buaya melibatkan seorang Caleg DPRD Provinsi DKI dan seorang Caleg DPR RI

Bawaslu Jakarta Timur Temukan Kasus Dugaan Serangan Fajar di 2 Kecamatan
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CIPAYUNG - Bawaslu Jakarta Timur menemukan dua kasus dugaan politik uang atau serangan fajar di Kelurahan Lubang Buaya, Cipayung dan Kecamatan Makasar dengan nominal mencapai ratusan juta rupiah.

Komisioner Bawaslu Jakarta Timur Bidang Hukum, Data dan Informasi, Ahmad Syarifudin mengatakan temuan kasus di Kelurahan Lubang Buaya melibatkan seorang Caleg DPRD Provinsi DKI dan seorang Caleg DPR RI dari satu partai politik.

Pun dengan temuan kasus di Kecamatan Makasar, seorang Caleg DPRD Provinsi DKI dan seorang Caleg DPR RI dari satu partai diduga melakukan kecurangan kampanye serangan fajar.

"Ada OTT, jadi ada warga mengadu. Di Kelurahan Lubang Buaya melibatkan orang satu partai, Caleg DPRD dan DPR RI. Yang di Kecamatan Makasar juga sama, diduga tandem. Caleg DPRD dan DPR RI juga," kata Ahmad di Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (17/4/2019).

Perkiraan nominal ratusan juta rupiah itu karena uang yang diamankan di Kelurahan Lubang Buaya dan Kecamatan Makasar oleh jajaran Bawaslu Jakarta Timur mencapai puluhan juta rupiah.

Meski proses belum sampai di tingkat sentra penegakan hukum terpadu (Gakkumdu), sisa uang puluhan juta dari serangan fajar itu kini jadi barang bukti penyelidikan.

"Kalau dikalkulasi ratusan juta, di Cipayung ratusan juta, di Makasar juga ratusan juta. Sayangnya kita hanya menemukan sisanya saja, sisanya puluhan juta," ujarnya.

Selain besar nominal uang yang diberikan ke setiap warga mencapai ratusan ribu rupiah, Bawaslu Jakarta Timur memperkirakan ada ratusan warga yang menerima uang.

Bawaslu: 1.395 TPS Berpotensi Lakukan Pemungutan Suara Susulan

Jokowi Kalah Telak di TPS Mardani Ali Sera

Tak Lolos ke Parlemen Versi Hasil Hitung Cepat, PSI: Rakyat Telah Memilih

Lantaran masih penyelidikan, Ahmad belum dapat merinci inisial nama dua Caleg DPRD dan dua Caleg DPR RI yang menggelontorka uang ratusan juta demi meraup suara warga.

Dalam waktu dekat, Bawaslu Jakarta Timur bakal memeriksa sejumlah saksi sekaligus bekerja sama dengan Polri dan Kejaksaan guna mengusut kasus.

"Sekarang uangnya diamankan Bawaslu Jakarta Timur. Masih pengembangan, kita belum dapat informasi valid. Karena barusan teman-teman di Kecamatan menemukan ada lagi warga yang dapat uang itu," tuturnya.

Penulis: Bima Putra
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved