Pemilu 2019

Saksi dari Empat Partai Walk Out Saat Rekapitulasi Suara KPU DKI

Saksi dari partai Perindo, Rimhot Turnip, melakukan walk out pada rapat pleno terbuka rekapitulasi suara provinsi DKI Jakarta.

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN - Saksi dari partai Perindo, Rimhot Turnip, melakukan walk out  pada rapat pleno terbuka rekapitulasi suara provinsi DKI Jakarta.

Rimhot, sapaannya, menyayangkan pihak KPU yang enggan membuka data DA1 dan DAA1.

Hal tersebut yang menjadi alasan dari saksi Perindo untuk meninggalkan rapat pleno terbuka.

"Setiap satu suara pun itu apabila ada perbedaan itu harus ditindaklanjuti. Dan ini suara lebih dari satu orang, lebih dari satu tempat, sangat signifikan untuk memengaruhi suara-suara atau partai yang bersangkutan," kata Rimhot, pada acara rapat pleno terbuka, di hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Jumat (10/5/2019).

Dia menambahkan, acara pleno tersebut bukan untuk mengesahkan tahapan yang sudah berlanjut dari TPS.

Ada Perbedaan Data, KPU DKI Menskors Rekapitulasi Suara untuk Wilayah Jakarta Selatan

KPU DKI Jakarta Terima Rekapitulasi Suara Kota Jakarta Barat Saat Sahur

Bakal Didemo, Gedung Bawaslu dan KPU RI Dijaga 8.942 Personel Gabungan

"Bahwa ada selisih maka itu yang seharusnya disikapi. Acara pleno ini bukan untuk mengesahkan tahapan yang sudah berlanjut dari TPS," ujar Rimhot.

"Ini adalah bentuk perhitungan suara dari yang disampaikan di bawah," lanjut Rimhot.

"Apabila itu kita sudah sepakat semua dan itu benar dan adil baru disahkan. Itu yang mau kita protes, harusnya ditindaklanjuti," sambung Rimhot.

HANURA, PPP, dan PKS Juga 'Walk Out'

M. Rusydi Arif, saksi dari Hanura melakukan walk out lantaran kecewa dengan pihak KPU yang tidak membuka data DA1 dan DAA1.

Kata Rusydi, sapaannya, dia merasa dikhianati karena sebelumnya sudah sepakat dengan KPU untuk saling buka-bukaan data DA1 dan DAA1.

"Saya dijebak oleh teman-teman di atas sebenarnya. Saya dijebak dalam pengertian saya diminta untuk buka data dengan harapan bahwa kita akan buka-bukaan di forum," ujar Rusydi.

Saksi dari partai PPP, Muchbari, juga melakukan walk out karena membela Rusydi yang merasa dikecewakan oleh KPU.

"Kami sebetulnya punya data yang sama. Dan seharusnya pihak teman-teman di atas tadi harusnya buka-bukaan data," jelas Muchbari.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved