Pemilu 2019
Saksi dari Empat Partai Walk Out Saat Rekapitulasi Suara KPU DKI
Saksi dari partai Perindo, Rimhot Turnip, melakukan walk out pada rapat pleno terbuka rekapitulasi suara provinsi DKI Jakarta.
Penulis: Muhammad Rizki Hidayat | Editor: Satrio Sarwo Trengginas
"Kami soalnya punya data juga sama kayak Hanura. Jadi ya keluar saja lah, buat apa ikut rapat," lanjutnya.
"Kita harus mendukung aspirasi teman-teman yang ingin menyampaikan masalahnya. Saya berharapnya tadi agar masalah Hanura selesai dulu," sambungnya.
Saksi dari PKS, Agung Setiharso, menyusul pihak Hanura, Perindo, dan PPP untuk walk out dari rapat tersebut.
Agung, sapaannya, juga menyebut merasa dikecewakan oleh pihak KPU dengan alasan data internal partai PKS ditolak.
"Tadi saya tunjukkan data sama KPU, cuma ditolak. Jadi, mending keluar," kata Agung.
Tanggapan Pihak KPU
Ketua KPU DKI Jakarta, Betty Epsilon Idroos, mengatakan keempat partai tersebut tak memiliki data yang kuat.
Betty, sapaannya, menyebut pihak Hanura, PPP, dan Perindo tidak membawa data-data berupa form DA1 dan DAA1.
"Ya bagaimana mau kami buka data-data? Kan formulir DB1-nya tidak ada perbedaan. Dengan saksi-saksi juga tidak ada perbedaan," jelas Betty.
"Kalau DB1-nya ada perbedaan, baru kami bisa buka DA1 dan DAA1-nya. Ya bagaimana mau buka kan? DB1-nya saja sama," lanjut Betty.
Menyoal saksi dari PKS bernama Agung, kata Betty, dia membawa data-datanya.
Namun, lanjut Betty, data-data yang dibawa oleh saksi dari PKS tidak kuat.
"Kenapa data-data dari PKS tidak kuat, karena datanya itu data dari internal partai mereka," jelas Betty.
"Kecuali, dia tunjukkan formulir DA1 yang dari kecamatan langsung," sambungnya.
Sementara itu, Partono selaku komisioner KPU DKI Jakarta, mengatakan bahwa keempat partai tersebut tak setuju dengan mekanisme yang dijalankan.