Ketua KPU Jakarta Timur Wage Wardana Tidak Berhentikan Anggotanya yang Diduga Temui Caleg

Pasalnya keputusan tersebut jadi satu sebab walk out-nya saksi Partai Golkar dari Rapat Pleno rekapitulasi suara Pemilu 2019 Kota Jakarta Timur

Ketua KPU Jakarta Timur Wage Wardana Tidak Berhentikan Anggotanya yang Diduga Temui Caleg
TribunJakarta/Bima Putra
Ketua KPU Jakarta Timur Wage Wardana di Pulo Gadung, Minggu (12/5/2019). TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, PULO GADUNG - Tidak dipecatnya tiga anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Cakung yang menemui seorang Caleg sebelum pemungutan suara berlangsung berbuntut panjang hingga kini.

Pasalnya keputusan tersebut jadi satu sebab walk out-nya saksi Partai Golkar dari Rapat Pleno rekapitulasi suara Pemilu 2019 Kota Jakarta Timur yang hingga sore ini masih terhenti.

Ketua KPU Jakarta Timur Wage Wardana mengatakan KPU tingkat kota baru dapat memecat jajarannya bila setelah melalui serangkain proses yang diatur Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU).

"KPU Kota bisa menjadi perpanjangan dari DKPP (Dewan Kehormatan Penyelenggaraan Pemilu). Tapi ketika memutus kode etik seseorang, putusan paling parahnya hanya memberhentikan sementara," kata Wage di Pulo Gadung, Jakarta Timur, Kamis (16/5/2019).

Wage membenarkan bila pelanggaran kode etik yang dilakukan anggota KPU di bawah tingkat kota atau kabupaten merupakan kewenangan KPU kota atau kabupaten.

Namun KPU tingkat kota dan kabupaten baru dapat memecat anggotanya bila mendapat rekomendasi dari DKPP yang menangani masalah pelanggaran kode etik bagi KPU dan Bawaslu tingkat kota, Kabupaten, dan provinsi.

"Kalau putusannya harus diberhentikan tetap kita harus konsultasi dulu ke DKPP, mekanismenya begitu. Ketika sangat berat dan harus diberhentikan tetap maka kita harus konsultasi dengan DKPP," ujarnya.

Meski tak merinci, dia menjelaskan aturan tersebut tertuang dalam PKPU sehingga tiga anggota PPK Cakung yang terbukti menemui Caleg diberi surat peringatan (SP).

Dia membantah bila KPU Jakarta Timur membiarkan pelanggaran yang dilakukan jajarannya karena SP tersebut telah dimuat dalam situs resmi KPU Jakarta Timur.

"Kami tidak melakukan pembiaran, kami langsung melakukan proses dan menhadili mereka hingga keluar keputusan," tuturnya.

Polisi Gerebek Diduga Markas Persembunyian Para Pelaku Curanmor di Tangerang

Petugas PPSU Temukan Ular Sanca Sepanjang 3 Meter Melilit di Atas Pohon

Sebelumnya, koordinator saksi Partai Golkar Rudy Darmawanto mempertanyakan sikap KPU Jakarta Timur yang tak memberhentikan anggota PPK Cakung karena menemui seorang Caleg.

Ketidakpuasan Rudy atas keputusan KPU Jakarta Timur jadi satu alasan dia walk out dari rapat pleno rekapitulasi suara Pemilu 2019 Kota Jakarta Timur pada Rabu (15/5/2019).

Meski tak menyebut sosok anggota PPK Cakung yang dimaksud, Rudy menuturkan sosok tersebut hingga kini masih termasuk jajaran anggota PPK Cakung.

"Adanya PPK Kecamatan Cakung yang melakukan upaya tidak netral dengan ketemu, berjumpa, kongkow, ngopi-ngopi sama Caleg dan peserta Pemilu. Harus ditindak, tapi enggak. Masih diberikan kesempatan, makannya jadi awut-awuttan (berantakan)," kata Rudy, Rabu (15/5/2019).

Penulis: Bima Putra
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved