Ramadan 2019

Petugas Gabungan Sita 46 Botol Minuman Keras di Kawasan Cipayung yang Dijual di Bulan Ramadan

Berawal dari laporan warga terkait lapo yang masih menjual miras di bulan Ramadan, para petugas bersama Camat lakukan razia dadakan.

Petugas Gabungan Sita 46 Botol Minuman Keras di Kawasan Cipayung yang Dijual di Bulan Ramadan
ISTIMEWA
Razia Miras di area Kecamatan Cipayung  

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, CIPAYUNG - Sebanyak 46 botol Minuman Keras (Miras) berhasil diamankan petugas gabungan di wilayah Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur.

Pada Jumat (17/5/2019) malam sampai Sabtu (18/5/2019) dini hari, sebanyak 35 petugas gabungan dari Satpol PP, unsur Kecamatan dan Kelurahan serta Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur.

Berawal dari laporan warga terkait lapo yang masih menjual miras di bulan Ramadan, para petugas bersama Camat lakukan razia dadakan.

Razia Minuman Keras, Satpol PP Kota Depok Sita Ratusan Botol di Sebuah Rumah Kontrakan dan 2 Mobil

"Awalnya ini dari laporan warga. Lalu kami lakukan razia secara diam-diam. Namun hasilnya tetap tidak maksimal. Sebab lapo yang ada di Jalan Pintu II TMII tutup. Sehingga kami dan petugas lain balik kanan dan menyisir lokasi lain," jelas Camat Cipayung, Fajar Eko Satriyo, Sabtu (18/5/2019).

Adapun lokasi yang dicurigai masih menjual miras, yakni di Jalan Raya Ceger, Jalan Mabes Hankam, Jalan Raya Setu Cilangkap dan lain sebagainya.

Operasi Pekat di Penjaringan, 2.400 Botol Miras dan 5 PMKS Diamankan

"Setelah kami keliling, ternyata hanya ditemukan penjual miras di satu titik. Yakni di Jalan Raya Setu-Cipayung, RT 2/5. Tempat tersebut merupakan toko jamu. Dari situ kita dapati 45 miras yang ternyata masih di jual. Itu terdiri dari 15 botol mix max, 10 botol bir bintang, delapan botol  intisari dan singaraja, lima kaleng guines dan delapan kaleng bir bintang," sambungnya.

Dengan adanya razia diam-diam seperti ini, Fajar berharap para penjual miras dapat merasakan efek jera.

"Untuk penjual saya imbau untuk tidak lagi menjual miras dan minuman lain yang merugikan warga lain. Mengingat ini bulan Ramadan, saya juga mengimbau kepada masyarakat untuk menghidari hal-hal seperti itu. Lebih baik fokus ibadah dan menjauhi hal negatif," katanya.

Penulis: Nur Indah Farrah Audina
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved