Pemilu 2019
Polri Tetapkan Status Siaga 1 Sampai 25 Mei, Warga Diminta Tak Takut dan Jalankan Aktivitas Biasa
Mabes Polri meminta warga masyarakat tidak perlu takut untuk menjalankan aktivitas seperti biasa, Rabu (22/5/2019) besok.
Penulis: Wahyu Aji Tribun Jakarta | Editor: Erik Sinaga
TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Asisten Ops Kapolri Irjen Pol Martuani Sormin menandatangani surat telegram berisi perintah kepada jajaran Polri untuk meningkatkan kesiapsiagaan.
Hal ini dilakukan untuk menghadapi tahap rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara pemilu tingkat nasional oleh KPU tanggal 22 Mei 2019.
Dengan surat telegram itu, Mabes Polri menerapkan status keamanan Siaga 1 terhitung sejak tanggal 21 Mei hingga 25 Mei 2019.
Hal ini dikonfirmasi langsung oleh Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo.
"Betul, informasi dari As Ops demikian," ujar Dedi ketika dikonfirmasi, Selasa (21/5/2019).
• Sederet Foto Presiden Jokowi Jadi Cover Utama Majalah di Arab Saudi, Dikupas Lengkap 14 Halaman

Adapun surat telegram itu bernomor STR/281/V/OPS.1.1.1./2019 dan diterbitkan Senin (20/5) kemarin.
Melalui surat itu, terdapat perintah khusus kepada personel Polri yang berdinas di satuan kerja Mabes Polri untuk mengikuti apel batalion kerangka tiap pukul 08.00 WIB di Lapangan Baharkam Polri.
Selain itu, personel Korps Bhayangkara juga diperintahkan mengenakan pakaian dinas lapangan (PDL).
Disebutkan pula, bahwa masing-masing kepala satuan kerja atau kepala satuan wilayah diminta selalu melaporkan perkembangan situasi yang terjadi di wilayah dan menyiapkan langkah-langkah antisipatif.
Mabes Polri minta warga tidak panik
Mabes Polri meminta warga masyarakat tidak perlu takut untuk menjalankan aktivitas seperti biasa, Rabu (22/5/2019) besok.
Status siaga satu se-Indonesia ditetapkan mulai kemarin hingga Sabtu (25/5/2019).
“Satu karena serangan teroris menjadi ancaman nyata, kedua mengantisipasi massa dalam jumlah besar. Ketiga, yang paling penting memberikan warning kesiapsiagaan aparat demi menjamin keamanan masyarakat di Jakarta,” kata Karo Penmas Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri Selasa (21/5/2019).
Dalam status ini sebanyak 50.000 personel TNI-Polri di Jakarta.

Sederet dinamika jelang aksi 22 Mei 2019