Ani Yudhoyono Meninggal
Hendak Lihat Pemakaman Ani Yudhoyono, Ratusan Warga Penuhi Area TMP Kalibata
Kepergian Kristiani Herawati atau Ani Yudhoyono tak hanya meninggalkan duka bagi keluarga, tapi juga masyarakat umum yang tak secara langsung mengenal
Penulis: Bima Putra | Editor: Satrio Sarwo Trengginas
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra
TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN - Kepergian Kristiani Herawati atau Ani Yudhoyono tak hanya meninggalkan duka bagi keluarga, tapi juga masyarakat umum yang tak secara langsung mengenal sosoknya.
Pantauan TribunJakarta.com di sekitar Taman Makam Pahlawan Nasional Utama (TMPNU) Kalibata, ratusan warga memadati lokasi untuk menyaksikan proses pemakaman Ibu Ani.
Meski jenazah putri Letnan Jenderal TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo belum tiba di TMPNU, sejak pukul 11.00 WIB mereka setia menanti kedatangan jenazah yang dibawa dari Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat.
Satu di antaranya Darmawangsa (53) yang rela meninggalkan rumahnya di kawasan Cililitan, Kramat Jati, Jakarta Timur demi menyaksikan proses pemakaman Ibu Ani.
• Kisahkan Detik-detik Ani Yudhoyono saat Tutup Usia, SBY: Saya Jatuhkan Air Mata Itu di Keningnya
• Puluhan Anak SMA Datangi Rumah Korban Terduga Pembunuhan di Larangan
• SBY: Saya Ucapkan Selamat Jalan Istri Tercinta, Good Bye
"Pak SBY punya jenjang karier yang positif selama saya lihat, termasuk saat memerintah. Saya pernah baca gimana awalnya pas pak SBY sama Ibu Ani bertemu lalu menikah," kata Darmawangsa di Pancoran, Jakarta Selatan, Minggu (2/6/2019).
Dia mengaku kagum dengan sosok Ani sebagai istri dan ibu yang setia mendampingi SBY sebelum menjadi Presiden hingga turun dari jabatannya tahun 2014.
Darmawangsa juga menaruh kekaguman terhadap SBY yang sejak Ani dirawat di National University Hospital (NUH), Singapura awal Februari lalu akibat kanker darah yang diidapnya.
"Bagaimana dia bisa bersama pak SBY selama itu, kisah cintanya apik, dari mulai mereka jaman dulu sampai sekarang. Pasangan yang serasi dan setia, saling mendampingi," ujarnya.
Yani (44), warga Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan juga termasuk satu warga yang setia menanti kedatangan jenazah Ibu Ani sejak pukul 10.00 WIB.
Sejak pagi, dia bersama suaminya sebenarnya sudah tiba di TMPNU Kalibata, namun saat tahu pemakaman dimulai pukul 15.00 WIB mereka memutuskan pulang sementara.
"Sudah dari pagi, dari jam 8. Tapi tadi balik ke rumah dulu, ini baru sampai karena lihat di berita pemakamannya jam tiga sore. Saya kagum sama beliau, setia mendampingi suami, anaknya juga ganteng," tutur Yani.
Pantauan TribunJakarta.com di lokasi, sekira pukul 13.00 WIB Jalan Raya Kalibata mulai ditutup sehingga pengguna jalan selain pejabat dan aparat tak diperkenankan melintas.