Parkir Khusus Wanita Dikeluhkan Warga, DPRD: Perlindungan Perempuan Tidak Selesai Lewat Parkir Saja
Sahat juga mengatakan, bahwa persoalan keamanan dan perlindungan perempuan tidak akan selesai hanya dengan pemisahan lahan parkir
Penulis: Dwi Putra Kesuma | Editor: Muhammad Zulfikar
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma
TRIBUNJAKARTA.COM, CILODONG - Sejumlah warga yang menamai kelompoknya dengan sebutan kelompok warga cinta Kota Depok, siang ini berdialog dengan Wakil Ketua Komisi D DPRD Kota Depok Sahat Berlian.
Dalam pertemuan tersebut, kelompok warga cinta Kota Depok mengeluhkan adanya pemisahan area parkir pria dan wanita disejumlah lokasi.
Untuk diketahui, saat ini sejumlah tempat yang telah menerapkan area parkir khusus wanita adalah di RSUD Kota Depok dan Kantor Wali Kota Depok.
Usai berdialog, Sahat Berlian mengatakan persoalan yang dibahas tak hanya tentang pemisahan area parkir saja.
"Yang kami bahas tidak hanya soal pemisahan parkir saja, tapi ada banyak persoalan yang kemudian menimbulkan ketidaknyamanan dan ketidakamanan sebagai warga Kota Depok khususnya perempuan," ucap Sahat di Kantor DPRD Kota Depok, Cilodong, Jumat (19/7/2019).
• VIDEO Batik Marunda Diproduksi Ibu Rumah Tangga di Rusun Rawa Bebek
• Warga Khawatir Pemisahan Parkir di Depok Timbulkan Segregasi, Wali Kota Sebut Pengarusutamaan Gender
Sahat juga mengatakan, bahwa persoalan keamanan dan perlindungan perempuan tidak akan selesai hanya dengan pemisahan lahan parkir antara pria dan wanita.
"Soal keamanan dan perlindungan perempuan ini tidak selesai jawabannya dengan pemisahan parkir pria dan wanita, itu hanya tidak memberikan kami pilihan parkirnya harus disitu," kata Sahat.
Sahat juga mengatakan, persoalan keamanan dan kenyamanan yang berkaitan dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok, menurutnya masih meninggalkan sejumlah pekerjaan rumah.
"Soal perlindungan dan keamanan kalau yang berkaitan dengan Dishub kita masih punya pr terkait adanya pengadaan cctv di tempat strategis di Kota Depok, lampu jalan, juga cermin cembung. Jadi fokusnya ketika ada satu program kerja harusnya segera diselesaikan dikejar bagaimana penyelesaiannya, bukan membuat program baru kaya misalkan hati-hati di jalan. Saya kira ini juga gak relevan," pungkasnya.