Simak! 5 Transportasi Umum di Jakarta yang Mulai Punah
Ingatkah Anda bermacam angkutan umum di Jakarta yang jarang ditemui, bahkan sudah tidak beroperasi lagi? Yuk simak!
Penulis: rohmana kurniandari | Editor: rohmana kurniandari
TRIBUNJAKARTA.COM – Berbagai moda transportasi umum banyak berseliweran di ibukota.
Mulai dari bajaj, metro mini atau kopaja, bus TransJakarta, hingga ojek online bisa ditemui.
Namun, ingatkah Anda bermacam angkutan umum di Jakarta yang jarang ditemui, bahkan sudah tidak beroperasi lagi?
Berikut lima di antaranya, dilansir dari kaskus.co.id:
1. Becak
Aktivitas becak di Kawasan Kebon Bawang, Tajungpnriuk, Jakarta Utara, Senin(15 /1/2018). (Warta Kota/Henry Lopulalan)
Becak merupakan ‘primadona’ transportasi di Jakarta pada tahun 1950-an.
Saat itu, jumlahnya mencapai 150 ribu.
Tak jarang alat transportasi beroda tiga tersebut dilibatkan dalam festival dan perayaan lainnya.
Misalnya, dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan setiap tanggal 17 Agustus, becak dihias dan berpawai keliling Jakarta.
Kini, moda transportasi tersebut mulai jarang ditemui di ibukota.
Namun, Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022, Anies Baswedan menghidupkan kembali melalui program becak di Jakarta.
2. Helicak
Seorang lelaki mengendarai Helicak di Jakarta (mediamaya.net)
Helicak merupakan gabungan kata helikopter dan becak.
Pertama kali diluncurkan di Jakarta pada Maret 1971, saat pemerintahan Gubernur Ali Sadikin.
Hampir sama dengan becak, penumpang duduk di dalam kabin berkerangka besi dan serat kaca yang ada di bagian depan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/trem_20180203_121019.jpg)