Simak! 5 Transportasi Umum di Jakarta yang Mulai Punah

Ingatkah Anda bermacam angkutan umum di Jakarta yang jarang ditemui, bahkan sudah tidak beroperasi lagi? Yuk simak!

Tayang:
Penulis: rohmana kurniandari | Editor: rohmana kurniandari
jadiberita.com
Transportasi umum yang mulai punah di Jakarta 

Kekurangan angkutan umum ini yaitu sopir helicak berada di luar kabin sehingga tidak terlindungi dari sinar matahari dan hujan.

Helicak mulai terpinggirkan seiring munculnya bajaj dan dilarang beroperasi oleh Pemda DKI pada 1987.

3. Oplet

Jenis mobil yang digunakan sebagai oplet dalam sinetron Si Doel
Jenis mobil yang digunakan sebagai oplet dalam sinetron Si Doel (tribunnews.com)

Mobil penumpang ukuran kecil ini mulai beroperasi di Jakarta sejak 1930.

Awalnya oplet hanya beroperasi di daerah Jakarta Timur, kemudian meluas ke daerah lain dengan izin trayek resmi.

Oplet memiliki dua ruangan, yakni di bagian depan untuk sopir dan seorang penumpang, sedangkan di bagian belakang untuk penumpang lainnya.

Pada tahun 1960-an dan 1970-an, angkutan umum ini paling populer di Batavia (nama Jakarta kala itu).

Namun, menjelang tahun 1980, trayek-trayek mulai dihapus dan digantikan dengan kendaraan lain, di antaranya Mikrolet dan Metro Mini.

4. Delman

Delman hias di kawasan Monas, Jakarta Pusat
Delman hias di kawasan Monas, Jakarta Pusat (Tribun Jakarta/Anggie Lianda)

Selain digunakan sebagai transportasi, delman juga digunakan sebagai media promosi film yang tengah diputar.

Promosi film dilakukan dengan berkeliling kota dan diiringi tabuhan genderang yang membuat kendaraan ini menarik perhatian massa.

Perlahan, Delman mulai ditinggalkan warga Jakarta karena jalannya relatif lambat.

5. Trem

Transportasi umum yang mulai punah di Jakarta
Transportasi umum yang mulai punah di Jakarta (jadiberita.com)

Transportasi umum ini sudah ada di ibukota sejak pertengahan 1800 hingga 1900-an.

Trem kuda mampu mengangkut 40 penumpang pada tahun 1869.

Sekitar tahun 1881, trem kuda diganti trem uap sehingga memiliki rute lebih panjang.

Operasi trem kemudian dihentikan pada 1959 karena tidak ada dana untuk merawat dan meremajakannya. (TribunJakarta.com/Rohmana Kurniandari)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved