Terowongan Perimeter Selatan Ambruk
Dua Karyawati Garuda Diduga Tertimbun di Terowongan Jalan Perimeter Selatan
Dua orang karyawati Garuda diduga tertimbun di terowongan Perimeter Selatan
TRIBUNJAKARTA, TANGERANG --- Dua orang wanita diyakini jadi korban ambruknya dinding bagian dalam, terowongan Jalan Perimeter Selatan arah Jakarta. Informasi itu dikatakan oleh Branch Communication Manager Bandara Soekarno-Hatta, Haerul Anwar.
"Korban bernama Gianti dan Mutmainah. Karyawati Garuda Maintenance Facility (GMF) Aeroasia," kata Branch Communication Manager Bandara Soekarno-Hatta, Haerul Anwar, Senin malam.
Ia mengaku menerima informasi, bahwa kedua wanita tersebut berada dalam kondisi selamat. Namun keduanya masih belum bisa dikeluarkan dari kendaraan mereka, yang tertimpa reruntuhan dinding bagian dalam terowongan.
"Petugas masih melakukan penyelamatan," ujarnya.
Salah seorang korban, Benny Andriansyah, kepada Tribunjakarta.com, di lokasi kejadian mengatakan runtuhnya dinding dalam terowongan, terjadi sekitar pukul 17.00 WIB, saat wilayah di sekitar terowongan diguyur hujan deras.
Ia mengingat saat kejadian, di dalam terowongan terdapat sekitar lima unit mobil, dan sejumlah sepedamotor. Saat tembok rubuh, yang menjadi korban adalah mobil yang berada di depan.
"Saya sama pengemudi-pengemudi lain langsung keluar mobil, lari keluar terowongan," katanya.
Sampai berita ini diturunkan, evakuasi di terowongan tersebut masih dilakukan oleh petugas gabungna dari Badan SAR Nasional (Basarnas) dan petugas Pemadam Kebakaran.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/evakuasi-korban-longsor-trowongan-parimeter-selatan_20180205_213155.jpg)