Waspada! Ada 200 Titik Rawan Tindak Kejahatan Jalanan di Jakarta Barat
Menurut Hengki, titik rawan curas terkonsentrasi di wilayah di Polsek Cengkareng, Polsek Kalideres, dan Polsek Tanjung Duren
Penulis: Novian Ardiansyah | Editor: Muhammad Zulfikar
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Novian Ardiansyah
TRIBUNJAKARTA.COM, KEMBANGAN - Sebanyak 200 titik rawan kejahatan jalanan tersebar di wilayah Jakarta Barat.
Hal tersebut disampaikan oleh Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Hengki Haryadi saat berpidato dalam acara Forum Komunikasi Pimpinan Kota (FORKOPIMKO) Jakarta Barat.
Acara tersebut berlangsung di Gedung B ruang MH Thamrin Kantor Walikota Jakarta Barat.
Menurut Hengki, 200 titik rawan tersebut dibagi menjadi tiga jenis kejahatan.
Baca: Narkoba Menjadi Kejahatan Nomor Satu di Jakarta Barat
Antara lain, pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian kendaraan bermotor (curanmor), dan premanisme.
"Kemudian terkait street crimes kejahatan jalanan ini ada 125 titik rawan curas," kata Hengki, Rabu (14/2/2018).
Menurut Hengki, titik rawan curas terkonsentrasi di wilayah di Polsek Cengkareng, Polsek Kalideres, dan Polsek Tanjung Duren.
Untuk curanmor ada 36 titik yang terkonsentrasi di wilayah Kalideres dan Palmerah.
Sedangkan 39 titik premanisme terkonsentrasi di wilayah Kalideres dan Tamansari.
Baca: Ema Selalu Menyembunyikan Kesedihan Dibalik Senyum Cerianya
Bentuk tindak premanismenya seperti pemerasan dan pengancaman.
Hengki mengaku, tindak premanisme saat ini sudah jauh lebih berkurang.
"Namun alhamdulillah Pak Walikota untuk premanisme kita jauh menurun, jauh lebih menurun," ucap Hengki.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/kapolres-jakarta-barat_20180214_164009.jpg)