Imlek 2018

Budaya Patekoan Minum Teh Gratis Masih Ada di Jakarta, Lho!

Semangat tolong menolong dan solidaritas ini dituangkan Lin Che Wei ke Gedung Aphotheek Chung Hwa di Jalan Pintu Besar Pancoran Selatan.

Budaya Patekoan Minum Teh Gratis Masih Ada di Jakarta, Lho!
TribunJakarta.com/Ria Anatasia
Interior restoran Pantjoran Tea House di Glodok, Jakarta Pusat saat Imlek. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ria Anatasia

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Satu di antara kapiten berdarah Tionghoa yang terkenal di Indonesia adalah Gan Djie.

Gan Djie adalah Kapitein der Chineezen ketiga di Batavia.

Ia dikenal sebagai sosok yang suka menolong, ramah dan rajin sembahyang.

Acap kali ia melakukan pang-she (melepaskan mahluk hidup seperti burung atau ikan sebagai perbuatan baik di agama Budha).

Kisah Gan Djie dan istrinya yang selalu menyuguhkan teh gratis kepada rakyat Batavia menjadi cerita turun-temurun di kawasan Glodok, Jakarta Pusat.

Baca: Margo City Gelar Acara Imlek Hingga Sabtu, Ada Atraksi Barongsai dan Tari Seribu Tangan

Gan Djie meletakkan delapan teko teh untuk pedagang keliling dan orang-orang kelelahan yang hendak berteduh.

Delapan (pat dalam bahasa Cina) menjadi asal muasal sebutan daerah Patekoan (kini Jalan Perniagaan).

Semangat tolong menolong dan solidaritas ini dituangkan Lin Che Wei ke Gedung Aphotheek Chung Hwa di Jalan Pintu Besar Pancoran Selatan.

Halaman
12
Penulis: Ria Anatasia
Editor: Ilusi Insiroh
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved