Kisah Adi Aulia: Dari Nelayan Jadi 'Beruang Kuning' di Ibukota

Adi pun tak menyangka jalan hidupnya dipertemukan dengan boneka kuning untuk menghibur anak-anak

Penulis: Satrio Sarwo Trengginas | Editor: Muhammad Zulfikar
Tribun Jakarta/Satrio Sarwo Trengginas
Boneka Beruang Kuning 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, PASAR MINGGU - Fajar baru terbit di ufuk barat, namun Adi Aulia sudah hendak bergegas mengitari permukiman warga di wilayah Jakarta Selatan untuk mengais rezeki dengan mengamen.

Sekilas tak ada yang istimewa dari kebanyakan pengamen pada umumnya di diri Adi sewaktu mempersiapkan peralatan musiknya berupa gendang kecil dan ketukan.

Tapi saat ia keluar dari Terminal Lebak Bulus dengan mengenakan kostum uniknya berupa boneka beruang kuning, sontak mencuri perhatian orang-orang di sekitarnya.

"Saya keluar dari Terminal Lebak Bulus pukul 06.00 WIB kemudian langsung mengitari permukiman rumah warga dengan kostum ini," tukasnya pada Tribunjakarta.com, Sabtu (24/2/2018).

Baca: Warga Antusias Berekreasi di Kolam Renang Tirta Yudha Kompleks Kopassus

Panas terik tak membuat semangatnya surut untuk mencari sesuap nasi serta menyambung hidup.

Dengan hanya mengandalkan kekuatan kedua kakinya, ia berkeliling ke permukiman warga yang jaraknya terbilang jauh.

"Saya jalan kaki dari Terminal Lebak Bulus ke Cilandak setelah itu ke sini dengan kostum ini," ujarnya saat ditemui di kawasan Pejaten, Pasar Minggu.

Dibalik perjuangannya bergelut mengais rezeki di kerasnya kehidupan Ibukota, ia sebelumnya merupakan seorang nelayan yang kerap menjala ikan di Cirebon.

"Saya asli Cirebon, saya di kampung jadi nelayan. Istri saya petani. Saya ke Jakarta untuk mencari kehidupan yang lebih baik," tuturnya.

Adi pun tak menyangka jalan hidupnya dipertemukan dengan boneka kuning untuk menghibur anak-anak di permukiman.

Baca: Danau Sunter Dipercantik Jelang Pelaksanan Festival Danau Sunter

"Saya juga engga nyangka kerja seperti ini. Pinginnya kerja yang netep (tetap) gitu. Malah ditawari ngamen pake beruang kuning ini mau gimana lagi," bebernya pasrah.

Meskipun demikian, ia bertekad bahwa apa yang dikerjakannya sekarang hanya sementara untuk menghimpun pundi-pundi sebagai modal.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved