Kisah Adi Aulia: Dari Nelayan Jadi 'Beruang Kuning' di Ibukota
Adi pun tak menyangka jalan hidupnya dipertemukan dengan boneka kuning untuk menghibur anak-anak
Penulis: Satrio Sarwo Trengginas | Editor: Muhammad Zulfikar
"Saya engga mau kerja lama seperti ini. Ini hanya ngumpulin modal buat saya usaha nanti malu saya kalau anak saya udah besar liat saya seperti ini," tuturnya.
Istrinya pun sempat tak setuju dengan pekerjaannya saat ini.
"Istri udah tahu saya begini. Dia bilang 'Pak malu pak. Tapi mau gimana nggak ada kerjaan lagi di sini, nggak ada yang ngajak. Saya sekolah nggak tinggi juga," keluhnya.
Sebenarnya dibalik riang tawa anak-anak lantaran terhibur dengan ia memakai kostum itu, tersimpan rasa panas yang tak tertahankan saat mengenakan baju beruang kuning.
"Sebenarnya panas banget. Perasaan saya campur aduk. Tapi saya syukuri aja. Ada yang mau kasih alhamdulilah nggak ngasih juga gapapa," ujarnya.
Baca: Tersedia Guru Les Berenang Juga Lho di Kolam Renang Tirta Yudha Kompleks Kopassus
Sewaktu ia tengah duduk di permukiman warga, seorang warga keluar memberinya berupa beras.
"Saya engga ada duit mas, adanya beras mau ya?" tanya warga ke Adi.
Adi lantas menjawab.
"Gak apa apa bu saya kantongin aja. Makasih banyak ya bu," ujar Adi sambil tersenyum.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/beruang-kuning_20180224_120510.jpg)