Breaking News:

Isu SARA dan Hoax Bakal Banyak Bermunculan di Tahun Politik

Rangkuti berpendapat isu tersebut memang sengaja dimunculkan untuk memenangkan kontestasi Pilkada maupun Pemilu di 2018 dan 2019 mendatang.

Istimewa
Konten berita hoax 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNJAKARTA.COM, TANAH ABANG - Pengamat politik Lingkar Madani (Lima) Ray Rangkuti menilai bakal ada isu hoax dan SARA berkembang di tahun politik.

Rangkuti berpendapat isu tersebut memang sengaja dimunculkan untuk memenangkan kontestasi Pilkada maupun Pemilu di 2018 dan 2019 mendatang.

"Sekarang beralih ke model baru, dukung mendukung dengan hoax dan SARA, ini perpaduan serius dan sangat apik," ujar Ray, dalam diskusi yang digelar di kawasan Jakarta Pusat, Jumat (9/3/2018).

Baca: Keluarga Sambut Haru Dua Komedian Jatim yang Sempat Ditahan di Hongkong

Ray menekankan, hoax dan SARA seperti dua kutub magnet yang saling melengkapi.

"Dimana hoax terbaik menggunakan SARA, SARA yang terbaik melalui hoax," kata Ray.

Lebih lanjut ia menegaskan, jika hoax dan SARA benar-benar dipadukan pada tahun politik ini, bukan tidak mungkin bisa digunakan sebagai cara lain untuk memenangkan pemilu mendatang.

Baca: Persija Punya Pekerjaan Rumah Jelang Laga Lawan Song Lam Nghe An

"Kalau dipadukan, itu ideal dalam konteks kalau sekarang itu pemenangan pemilu," tegas Ray.

Sebelumnya, SARA dan hoax sudah mulai akrab kembali di telinga masyarakat Indonesia sejak beberapa waktu lalu.

Kedua hal tersebut dijadikan sebagai alat untuk menyiasati kemenangan dalam pilkada maupun pemilu.

Kemenkominfo dan Polri pun terus menyasar oknum-oknum dan jaringan yang menyebarkan kabar palsu dan isu yang sangat sensitif tersebut.

Baik hoax dan sara, kini menjadi perhatian serius, tidak hanya bagi para politisi yang hendak mengikuti kontestasi pilkada maupun pemilu, namun juga pemerintah.

Editor: Adiatmaputra Fajar Pratama
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved