Usianya Sudah 120 Tahun, Mbah Satiyah Tetap Rajin Salat, Ini Rahasia Kesehatannya

Meski sudah lanjut usia, Mbah Satiyah nampak begitu sehat. Makan dan minum ala kadarnya tanpa adanya pembatas.

Editor: Erik Sinaga
Puthut Dwi Putranto
Mbah Satiyah 

Selama 120 tahun tak pernah sakit

Anak kelima Satiyah, Sukayah (53), mengatakan, ayahnya, Mat Kahar, sudah lama meninggal dunia sejak ia masih kecil.

Sementara ibundanya tersebut melahirkan enam orang anak termasuk dirinya.
Urutannya mulai dari Sumarti, Rebi, Jumadi, Kaswadi, Sukayah dan Kaswati. Namun Rebi dan Jumadi sudah meninggal dunia.

Sementara cucu Mbah Satiyah berjumlah 20 orang dan cicitnya berjumlah 40 orang.

"Ibu itu dulu hamil tua. Anak pertamanya yang tinggal jauh, berusia sekitar 90 tahun. Kakak saya itu masih hidup tapi sakit-sakitan dan juga pikun,” kata Sukayah.

"Umur ibu itu perkiraan kami sekitar 120-an tahun. Kami pernah berkumpul dan membahasnya."

"Namun di data kependudukan oleh kakak ditulis asal-asalan yang penting terdata. Ditulis lahir 1925. Karena kami memang orang kecil, jadi tak mau repot."

Menurut Sukayah, ibundanya itu tak pernah punya pantangan dalam mengonsumsi makanan ataupun minuman. Kesukaannya menyantap ketela rebus dan minum kopi hitam.

Baca: Kasar kepada Sopir Bus, Ibu Ini Hukum 2 Anaknya Berjalan Kaki ke Sekolah

Hebatnya, meski sudah uzur, dalam urusan shalat dan mengaji, ibundanya itu selalu berusaha tidak mengabaikannya.

"Sekarang kalau mengaji sudah tidak terbaca, jadi hanya baca-baca ayat Al Quran. Kalau dengar adzan, langsung shalat."

"Shalat lima waktu tak mau telat, bahkan tahajud juga dijalani. Ibu itu selalu menasihati kami supaya rajin ibadah."

"Untuk makan tak pilih-pilih. Apapun di meja dimakan. Sukanya ketela rebus dan minum kopi. Alhamdulillah, ibu tidak pernah sakit. Sejak dulu memang ikut saya," terang Sukayah.

Kepala Dusun Nganggil, Marjuki, mengatakan, di data kependudukan, Mbah Satiyah tercatat lahir pada 10 Januari 1925.

Meski demikian, ia masih mempertanyakan keabsahannya, karena beberapa sesepuh desanya yang tercatat ikut berjuang melawan penjajah, mengakui jika Mbah Satiyah adalah senior.

Halaman
123
Sumber: Intisari
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved