Simpan Sejarah Kota Jakarta, Museum Fatahillah Bersolek Jadi Modern
"Sudah sejak Tahun 2017 kami ubah konsep jadi seperti ini," kata Maya, petugas keamanan Museum Fatahillah kepada TribunJakarta.com
Penulis: Elga Hikari Putra | Editor: Wahyu Aji
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Elga Hikari Putra
TRIBUNJAKARTA.COM, TAMANSARI - Museum Fatahillah atau Museum Sejarah Jakarta kini sudah bersolek.
Tak ada lagi kesan seram yang terlihat ketika Anda mengunjungi museum yang ada di wilayah Kota Tua, Tamansari, Jakarta Barat itu.
"Sudah sejak Tahun 2017 kami ubah konsep jadi seperti ini," kata Maya, petugas keamanan Museum Fatahillah kepada TribunJakarta.com, Selasa (13/3/2018).
Baca: Ini Penjelasan Museum Sejarah Jakarta Disebut Museum Fatahillah
Baca: Museum Fatahillah, Jadi Langganan Study Tour Wisata Edukatif di Jakarta
Pantauan wartawan TribunJakarta.com, museum ini sudah terlihat lebih berwarna dan modern.
Konsep museum ini kini terlihat seperti sebuah ruang pameran.
Setiap ruangan di museum ini dilengkapi dengan sejarah dan penjelasan terkait benda yang disimpan di dalam museum.
Perbedaan cukup mencolok terlihat dari pintu masuk museum.
Bila awalnya pengunjung masuk dari pintu depan, kini pengunjung masuk melalui sisi kiri museum.
Harga tiket masuknya pun sangat murah. Yakni Rp 5 ribu untuk dewasa dan Rp 2 ribu untuk pelajar.
"Sengaja kita buat kayak gini biar pengunjung yang masuk bisa melihat sejarah Jakarta secara berurutan. Yakni dari mulai masa pra sejarah, masa pemerintahan VOC hingga saat ini," kata Maya.
Ketika masuk museum, pengunjung diarahkan untuk melihat setiap sejarah kota Jakarta.
Pengunjung tak bisa langsung naik ke lantai dua karena ada tali pembatas yang mengharuskan pengunjung melewati seluruh alur tentang sejarah Jakarta.
Masuk ke lantai satu, pengunjung dapat melihat sejarah Jakarta dari yang mulanya bernama Sunda Kelapa hingga menjadi Jakarta.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/museum-fatahillah_20180313_143505.jpg)