Breaking News:

Sindikat Hacker Ditangkap

Tetangga Bongkar Aktivitas Hacker Asal Surabaya Saat di Rumah

Mereka adalah KPS warga Sawahan, NA warga Kecamatan Gubeng, dan ATP yang berasal dari Banyuwangi.

Tribunnews.com/Dennis Destryawan
Sindikat Hacker Mahasiswa Surabaya 

TRIBUNJAKARTA.COM, SURABAYA - Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI) dan Tim Cyber Crime Polda Metro Jaya menangkap sindikat hacker asal Surabaya ditangkap .

Ketiganya masih berstatus mahasiswa yang diduga meretas ratusan sistem elektronik baik di dalam maupun luar negeri.

Mereka adalah KPS warga Sawahan, NA warga Kecamatan Gubeng, dan ATP yang berasal dari Banyuwangi.

KPS (21) warga Sawahan Surabaya, satu di antara hacker yang ditangkap FBI dikenal sebagai pribadi yang pendiam, dan tak banyak bicara.

Baca: JR Saragih Tetap Tenang: Terancam 6 Tahun Penjara Sampai Demokrat Siapkan Praperadilan

Menurut salah seorang tetangganya, Maria (bukan nama sebenanrnya) KPS adalah anak ke dua dari 3 bersaudara.

Seperti halnya kedua saudaranya, pelaku tidak pernah berinteraksi dengan tetangga sekitar.

Bahkan untuk mengikuti organisasi kepemudaan tingkat kampung semacam Karang Taruna.

"Semua anaknya tertutup, menyapa tetangga juga tidak pernah. Tidak pernah keluar sama sekali, kalau keluar rumah ya pas kuliah atau ada urusan saja," aku perempuan yang bertempat tinggal di area rumah Katon ini.

Baca: Coba Kabur dari Kejaran BNN, Pengedar Sabu Asal Taiwan Ceburkan Diri ke Kali Ancol

Perempuan berkerudung ini mengaku baru saja mendapatkan kabar saat tadi malam melihat televisi.

Dia tak menyangka Katon yang dimaksud adalah anak tetangga dekatnya.

"Tadi ketemu ibunya saja, biasa seolah tidak ada apa-apa. tetangga sepertinya juga ttidak banyak tahu. Orangtua KPS itu terkenal baik dan ramah, mereka baru saja melangsungkan resepsi besar-besaran untuk kakaknya yang pertama, kasiihan sekarang ada kejadian ini," aku perempuan yang tak mau disebut namanya ini.

Maria mengaku tadi pagi sudah ada polisi ke rumah Katon, entah untuk apa.

"Makanya kok anaknya tidak pernah kelihatan, bapaknya juga tidak pernah kelihatan setelah berita ini. Mungkin ikut menemani ke Jakarta, kami juga tidak tahu," tutupnya. (Tribun Jatim/Pipit Maulidiya)

Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved