Sambut HUT RI Stephen Langitan Kendarai Motor ke London
Seorang bikers, Stephen Langitan memilih melakukan perjalanan petualangan Solo Ride Adventure Jakarta London.
TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Banyak cara yang bisa dilakukan untuk merayakan HUT Kemerdekaan RI, setiap 17 Agustus.
Selain mengikuti upacara bendera para anak bangsa banyak pula yang memilih mengibarkan bendera di puncak gunung hingga dasar laut.
Seorang bikers, Stephen Langitan punya cara sendiri untuk merayakan kemerdekaan RI.
Baca: Arus Lalu Lintas Jalan Jonggol Cileungsi Ramai Lancar
Baca: Hengkang Dari Indonesian Idol, Ghea Indrawati Siapkan Duet Bareng Jodie
Dia memilih melakukan perjalanan petualangan Solo Ride Adventure Jakarta London.
Jarak yang ditempuhnya tidak main main, 30.000 KM memakan waktu lima bulan lebih mulai 25 Maret 2018 hingga 17 Agustus 2018.
"Saya mempersembahkan Solo Ride Jakarta London ini untuk mengharumkan nama Bangsa Indonesia. Saya akan melewati 26 negara termasuk sejumlah kota besar maupun kecil," ujar Stephen Langitan saat ditemui Tribun kemarin.
Nantinya, di Kota London tepat pada 17 Agustus 2018, Stephen Langitan juga akan mengikuti upacara bendera di KBRI London.
Dia meyakini, perjalanannya itu dapat membanggakan bagi Indonesia di mata dunia.
Jika tidak ada perubahan, Stephen Langitan menuturkan start keberangkatannya akan dilakukan pada Minggu (25/3/2018) di Kantor Kementerian Perhubungan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta.
Aksinya ini, lanjut Stephen Langitan turut disponsori oleh banyak pihak mulai dari individu, swasta maupun instansi pemerintah, seperti Kementerian Perhubungan, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Pariwisata, hingga Kapolri.
Bapak dari dua anak ini menceritakan, berkendara menunggang kuda besi di luar negeri bukanlah kali pertama dilakoni.
Baca: Belajar dari Kekalahan 2014, Pilpres 2019 Prabowo Lebih Siap
Baca: Airlangga Bantah Janjikan Menteri, Mahyudin: Saya Tak Membangkang
Sebelumnya, dia sering mendapatkan undangan untuk berkendara di negara negara Asia maupun Eropa.
"Naik motor di luar negeri bukan pengalaman pertama. Sebelumnya saya sudah sering diundang naik motor di India dan beberapa negara lainnya.
Yang membedakan, sekarang ini saya bawa motor sendiri dengan plat B mengibarkan bendera ke pelosok dunia," ujarnya.
Sebelum berkendara di negara orang, pastinya Stephen Langitan sudah menyusuri seluruh pulau di Indonesia mulai dari Jawa, Kalimantan, hingga daerah perbatasan dengan Malaysia.
Selama mengitari gugusan pulau itu, dia selalu mengembara menunggang motor seorang diri tanpa ditemani siapapun.
Sehingga urusan memperbaiki kendaraan, makan, penginapan hingga dokumentasi dilakukan sendiri.
"Saya sudah sering ke Sabang, Sumatera, Sulawesi, mutar mutar. Terakhir saya keliling Borneo sampai perbatasan Malaysia. Dalam perjalanan nanti, saya akan sampaikan keindahan Indonesia yang sangat luar biasa," tuturnya.
Baca: Begini Jawaban Billy Syahputra Saat Melaney Ricardo Tanya Soal Pembinor
Baca: Hengkang Dari Indonesian Idol, Ghea Indrawati Siapkan Duet Bareng Jodie
Lintasi Daerah Konflik
Lima hari jelang keberangkatan Solo Ride Adventure, Jakarta London dengan jarak 30.000KM, Stephen Langitan masih sibuk mempersiapkan berbagai dokumen untuk perjalanan lintas negaranya.
"Tadi selesai rapat soal seremoni pelepasan, karena nanti start dari Kemenhub. Untuk dokumen perjalanan, paspor saya belum dapat untuk Pakistan dan Eropa. Ini sudah Selasa, Closed Day kan Jumat. Maksimal hari ini atau besok saya harus sudah dapat paspor. Untuk ini, saya juga menempuh jalur diplomatik melalui Kemenlu," tuturnya.
Lantas bagaimana dengan persiapannya yang tinggal menghitung hari ? Adakah olahraga khusus yang dilakoninya atau minum vitamin untuk menjaga daya tahan tubuh ?.
Soal persiapan, pria berkaca mata ini mengaku tidak ada ritual khusus yang dilakoni. Olahraga tertentu, seperti lari pun tidak dilakukan.
Menurutnya bekal yang selama ini dilakoni, yakni berkendara setiap hari dengan motor besar dan berkeliling Indonesia juga dengan motor kesayangan, dirasa cukup.
"Persiapan fisik tidak ada. Setiap hari sudah naik motor, hadapi kemacetan, track lurus. Ini setara dengan berolahraga?. Bagi saya, berkendara di Indonesia adalah sebuah latihan. Hasil berbincang dengan Menpora, aksi saya berkendara Jakarta London itu dikategorikan atletik petualangan sepeda motor," ucap Stephen Langitan.
Berbagai keseruan, keindahan alam, bertemu orang baru, kuliner siap dilakoni Stephen Langitan sebagai pengalaman baru. Menginap di hotel hingga berkemah akan dilakoni olehnya untuk beristirahat melepas lelah sekaligus menikmati malam.
Tak ayal, selain kebutuhan sandang dan pangan. Peralatan outdoor termasuk tenda pun akan diboyong selama berkelana melintasi beragam negara.
"Di India utara saya akan berkemping, di Eropa juga karena disana masuk musim panas. Sepanjang perjalanan, harus juga menikmati alam. Tidak ada makanan khusus yang saya bawa dari Jakarta. Semua makanan ya harus dinikmati? Saya keluar Indonesia melalui Tanjung Balai. Nandi di India akan beli sosis yang tahan lama, beli telur juga. Saya khusus bawa tempat telur supaya aman dan tidak pecah," paparnya.
Baca: 4 Fakta Kakek yang Menikahi Daun Muda dengan Mahar Rp 1,4 Miliar
Baca: 5 Fakta Terbaru CW, Ibu yang Diduga Aniaya Anak Asuhnya di Kamar Hotel
Lebih lanjut, pria berusia 53 tahun ini juga mempersiapkan betul perjalanannya yang akan melintasi wilayah konflik di Pakistan, perbatasan Iran, Siria hingga Afganistan.
"Saya akan melintasi daerah konflik, itu harus urus dokumen di Islamabad. Garis besarnya, surat tidak keberatan kalau saya diculik dan lainnya. Di sana sering banyak tembakan," tegas Stephen Langitan.
Stephen Langitan menambahkan kendala lain yang juga bakal dialami yakni cuaca, arus lalu lintas maupun jalur yang akan ditempuh. Nantinya, menurut Stephen Langitan dia akan melintasi jalan tertinggi di dunia, Khardung La di Ladakh, India.
Jalanan ini diklaim merupakan jalan tertinggi yang dapat dilalui kendaraan di dunia. Khardung La terletak di dataran tinggi yang berselimut salju, dengan ketinggian 5610 meter di atas permukaan laut.
Melintasi ini banyak tantangannya, pengendara harus melewati jalanan berbatu dan berkelok. Bahkan jurang juga menghiasi sisi kiri dan kanan.
Pastinya hal utama yang harus dipersiapkan adalah mental dan kondisi kendaraan harus betul betul "sehat" tidak bermasalah.
Cadangan bensin pun harus diperhatikan betul karena tidak ada pom bensin di sepanjang jalan menuju Khardung La.(Tribun Network/fel/wly)