Ujian Nasional

Kasudin Pendidikan Jakarta Pusat: Pelaksanaan UNBK Terkendala Ketersedian Komputer

Ia mengatakan bila di tahun 2018 ini Pemkot Jakarta Pusat telah menambah 3000 komputer untuk pelaksanaan UNBK.

Penulis: Bima Putra | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Pelaksanaan UNBK di SMAN 1 Jakarta, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Senin (9/4/2018).    

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, SAWAH BESAR - Kepala Dinas Pendidikan Jakarta Pusat Subaedah berharap bila pelaksanaan UNBK di Jakarta Pusat dapat berlangsung selama dua sesi.

Hal ini dikatakannya saat meninjau pelaksanaan UNBK di SMAN 1 Jakarta, Sawah Besar, Jakarta Pusat.

Menurutnya, kendala pelaksanaan UNBK selama dua sesi karena keterbatasan jumlah komputer yang ada di sekolah-sekolah.

"Kendalanya di ketersedian komputer. Walaupun ini tahun ketiga tapi belum bisa satu sesi. Sebenarnya berat tiga sesi karena sampai sore, kasian kalau sampe sore. Masih ada yang tiga sesi terutama SMK 34, SMK 3, SMK 39. Ada juga yang pakai laptop siswanya. Tapi harus disediakan juga paralelnya," kata Subaedah.

Baca: SMA PGRI 12 Butuh CCTV untuk Pantau UNBK dari Ruang Kepala Sekolah

Baca: Ikut UNBK Sesi Kedua, Siswa SMAN 1 Tangerang Ini Pilih Belajar di Minimarket

Ia mengatakan bila di tahun 2018 ini Pemkot Jakarta Pusat telah menambah 3000 komputer untuk pelaksanaan UNBK.

Namun pengadaan dilakukan secara bertahap, dan baru sejumlah sekolah yang sudah dikirim.

"Mudah-mudahan tahun depan bisa dua sesi. Karena kalau satu sesi kan butuh komputer yang lebih banyak, biaya perawatannya juga pasti lebih besar. Jadi enggak muluk supaya bisa satu sesi dulu. Kalo udah dua sesi itu sudah lebih baik," paparnya

Menyoal ujian susulan bagi siswa, Subaedah mengatakan bila ujian susulan untuk siswa SMA dan SMK dilakukan di saat yang sama.

Yakni pada tanggal 17 dan 18 April, di satu harinya diujikan dua mata pelajaran. Senin (9/4/2018).

Ujian susulan ini diperuntukan bagi siswa yang tidak sempat mengikuti pelaksanaan UNBK karena sakit dan alasan lainnya.

Pelaksanaanya dilakukan di sekolah masing-masing.

"Secara psikologis, sebenarnya siswa itu enggak mau ikut ujian susulan karena terbebani teman-temannya yang sudah selesai ujian," ungkapnya.

Di SMAN 1 Jakarta sendiri ada satu siswa siswa yang di malam sebelumnya dirawat di UGD karena sakit.

Namun, di hari ini siswa tersebut telah diizinkan untuk dapat mengikuti UNBK.

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved