2 Penganiaya Bonek Sampai Tewas Tertangkap, Ini Identitasnya

Pelaku penganiayaan hingga tewas seorang Bonek Mania, Micko Pratama (17) ditangkap Polresta Solo.

TRIBUNSOLO.COM/CHRYSNHA PRADIPHA
Kapolresta Solo, Kombes Pol Ribut Hari Wibowo, mengatakan, dua tersangka adalah AKS (23) warga Solo dan MAP (17) warga Karanganyar. 

TRIBUNJAKARTA.COM, SOLO - Pelaku penganiayaan hingga tewas seorang Bonek Mania, Micko Pratama (17) ditangkap Polresta Solo.

Tersangka yang kini diamankan di Mapolresta Solo itu berjumlah dua orang.

Keduanya diduga kuat melakukan penganiayaan hingga menyebabkan Micko meninggal dunia.

Kapolresta Solo, Kombes Pol Ribut Hari Wibowo, mengatakan, dua tersangka adalah AKS (23) warga Solo dan MAP (17) warga Karanganyar.

Baca: Coba Kabur, 2 Pengedar Narkoba Diringkus Polsek Kembangan

Baca: Pria di Bogor Cabuli Bocah 6 Tahun Tak Jauh dari Rumah Korban

"Keduanya ditangkap semalam, Senin (16/4/2018) malam melalui hasil penyelidikan jajaran," ujarnya dalam ungkap perkara Selasa (17/4/2018) siang.

Ribut menuturkan, keduanya mencegat rombongan estafet Bonek Mania usai mendukung Persebaya Surabaya bertandang melawan PS Tira di Bantul, DIY, pada Jumat (13/4/2018) lalu.

Saat hendak pulang ke Surabaya melewati Kota Solo, rombongan Bonek dicegat warga yang telah geram dengan aksi Bonek melalukan penjarahan.

Sementara, tepat di depan RM Padang Murah Meriah, Jl Ki Mangun Sarkoro, Banyuagung Kadipiro, Banjarsari, Solo, rombongan yang mengangkut korban Micko Pratama (17), dicegat pelaku dan rekan.

Rombongan dilempari batu dan dipukuli pelaku dan rekan-rekannya hingga mengakibatkan Micko tewas dan S (18) luka berat.

Adapun keduanya terancam Pasal 170 tentang Penganiayaan hingga menyebabkan kematian dan terjerat huluman penjara selama 12 tahun.

Cerita Seorang Bonek soal Detik-detik Bentrok di Solo yang Tewaskan Micko

Anggun Yulianto, teman satu truk almarhum Micko ketika perjalanan pulang ke Surabaya, menuturkan situasi yang terjadi saat insiden itu.

Kala itu, ia dan M serta puluhan Bonek lainnya berada di dalam bak truk ketika warga melempari batu kepada mereka.

"Kejadian itu sangat-sangat seram, kami dilempari batu," ucap Anggun.

Menurut Anggun, pelemparan yang dilakukan oleh warga sekitar itu dilandasi rasa dendam karena ulah tak terpuji yang dilakukan Bonek.

Berdasarkan keterangan Anggun, oknum Bonek sempat melakukan penjarahan di kios-kios penjual selama di Solo.

Namun, tindakan buruk yang dilakukan kelompok Bonek lain itu justru dibalas kepada Anggun dan teman-teman, bahkan sampai merenggut satu nyawa.

"Sebelumnya memang ada rombongan yang menjarah di sana, tetapi imbasnya kepada kami," ujar Anggun lagi.

Soal M, Anggun mengatakan jika korban mulanya berada di atas truk bersama dirinya.

Namun ketika serangan batu terjadi, M tak sempat berpegangan pada tali seperti yang dilakukan oleh teman-teman lain.

Akibatnya, M pun terjatuh dari atas truk yang mengangkut puluhan Bonek itu.

"Dia kena lemparan batu, pasti kesakitan."

"Tapi dia tidak sempat pegangan tali dan akhirnya jatuh." (TribunSolo.com/Chrysnha Pradipha)

Sumber: Tribun Solo
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved