Hari Kartini
Mengenal Bripda Diah, Kartini Masa Kini yang Mengajar Puluhan Anak Yatim Piatu
"Bertugas di kepolisian memang berat, namun itu bukan alasan wanita tidak dapat mengerjakannya," ucapnya, Jumat (20/4/2018).
Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Tak tanggung-tanggung, ada sekira 65 anak yatim piatu dan kurang mampu yang ia bina di rumah singgah tersebut.
"Dari 65 anak tersebut berasal dari lingkungan sekitar penampungang yang memang duafa dan yatim piatu yang ingin belajar serta mengaji," terangnya.
Selain mengajar di Penggilingan, ternyata Bripda Diah juga mengajar anak yatim piatu di daerah Bekasi.
"Saya mengajar di dua tempat, yang di Penggilingan ini baru dua bulan, sebelumnya di Bekasi tapi sekarang sudah jarang," ungkap dia.
Meski jadwal mengajar tak tentu akibat kesibukannya sebagai petugas penegak hukum, tetapi ia selalu menyempatkan diri ke rumah singgah apabila memiliki waktu luang.
"Mengajar juga enggak terjadwal, kalau saya lagi ada bahan atau waktu saya kesana (rumah singgah)," ujar Bripda Diah.
Wanita cantik ini bahagia dapat mengajar anak tidak mampu dan yatim piatu karena dirinya senang dengan anak kecil.
"Saya senang dengan anak kecil yang notabene sangat banyak di sana (rumah singgah), mereka kalau diberi materi tentang Pancasila dan NKRI selalu antusias," terangnya.
Bila mengajar di rumah singgah, Bripda Diah sering memberi pengetahuan seputar kepolisian seperti rambu lalu lintas, bahasa narkoba, dan Pancasila.
Sebelum mengajar pun, Bripda Diah menyempatkan diri menyiapkan bahan ajar.
Misalnya, ketika ingin mengajarkan kepada anak-anak tentang rambu lalu lintas, ia tak lupa membawa serta contoh rambu lalu lintas tersebut.
Atas dedikasinya terhadap anak kurang mampu ini, Kapolres Jakarta Timur Kombes Pol Tony Surya Putra pernah memberinya penghargaan.
"Kemarin saya dikasih penghargaan kaget, saya merasa masih kurang bantu-bantu tetapi sudah di kasih penghargaan," tutur dia.