Bayi Diculik di Depok
Terbukti Culik Bayi Aditya, Tersangka: Saya Menyesal Enggak Tahu Kerasukan Setan Apa
Jumiyati, perempuan yang menculik bayi pasangan Ranto (35) dan Marlina (32) telah polisi tetapkan sebagai tersangka.
Penulis: Bima Putra | Editor: Y Gustaman
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra
TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS - Jumiyati, perempuan yang menculik bayi pasangan Ranto (35) dan Marlina (32) telah polisi tetapkan sebagai tersangka.
Kapolresta Depok Kombes Didik Sugiarto mengatakan motif Jumiyati menculik Aditya karena ingin memiliki anak.
"Dia ingin memiliki anak, mau adopsi tapi tidak belum dapat," ungkap Didik di pelataran Polresta Depok, Pancoran Mas, Depok, Selasa (1/5/2018).
"Makanya pas melihat tetangganya punya bayi ia mengambil bayi tersebut. Masih dialami apakah spontanitas dan atau direncanakan," dia menambahkan.
Meski belum dipastikan apakah aksinya terencana, Didik mengatakan Jumiyati mengetahui lingkungan tempat tinggal Marlina di jalan Flamboyan VI, Sukmajaya, Kota Depok.
Ia menjelaskan usai menculik Aditya, Jumiyati sempat ingin menitipkan anaknya ke suami sirinya.
Jumiyati beralasan bila bayinya merupakan anaknya sendiri.
Namun, keluarga suami sirinya menolak untuk menampung Aditya.
"Bayinya dititipkan ke US, dia dulunya tetangga kontrakan JMT. Jadi US enggak terlibat, dia hanya dititipkan saja. JMT mengaku kalau bayinya itu anaknya," tuturnya.
Terkait kabar adanya masalah, antara Jumiyati dengan Marlina, Didik mengatakan hal itu tidak benar.
Motif Jumiyati menculik Aditya karena ia ingin memiliki anak dan kini mengaku menyesali perbuatannya.
"Saya menyesal, kemarin saya enggak tahu kerasukan setan apa," kata Jumiyati.
Polisi mengamankan Jumiyati dan US, bersama bayi Aditya di jalan Maliki II RT 04 RW 02 sekitar pukul 09.00 WIB, Senin (30/4/2018).