Usai Reses, Komisi VI DPR Berencana Panggil Menteri Rini dan Dirut PLN

Pemanggilan tersebut untuk mengklarifikasi berita terkait rekaman suara keduanya yang menjadi polemik di publik

Usai Reses, Komisi VI DPR Berencana Panggil Menteri Rini dan Dirut PLN
Kompas.com/Yoga Sukmana
Menteri BUMN Rini Soemarno bersama Dirut PLN Sofyan Basir. 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Komisi VI DPR RI berencana memanggil Menteri BUMN Rini Soemarno dengan Direktur Utama PLN Sofyan Basir.

Pemanggilan tersebut untuk mengklarifikasi berita terkait rekaman suara keduanya yang menjadi polemik di publik.

"Kita pada awal sidang setelah reses kita akan jadwalkan untuk segera memanggil menteri BUMN Ibu Rini dan Pak Sofyan Basir mengenai berita yang menjadi polemik akhir-akhir ini," kata Wakil Ketua Komisi VI, Dito Ganinduto kepada wartawan, Kamis (3/5/2018).

Dito berharap, baik Rini maupun Sofyan dapat menjelaskan mengenai berita-berita yang akhir-akhir ini menjadi perhatian publik dan sebelum menjadi berita yang meresahkan masyarakat.

Baca: Topping Off, Tower A Apartemen Emerald City Langsung Sold Out

"Kami menyadari apa yang menjadi percakapan adalah hal bisnis antara PLN, Pertamina dan investor, tetapi jika tidak ada penjelasan secara resmi dari yang bersangkutan khususnya di komisi yang terkait yaitu Komisi VI DPR RI ini lama-lama akan menjadi berita yang berkepanjangan dan tidak kondusif," tuturnya.

Oleh karena itu, kata politikus Golkar itu, Komisi VI berencana untuk memanggil beliau untuk datang memberikan penjelasan. Seandainya memang ini sudah clear tidak ada sesuatu yang perlu dicurigai akan dianggap sudah selesai dan bisa tutup sehingga tidak terjadi kegaduhan lagi.

"Kami mohon kepada masyarakat tentunya tidak boleh menghakimi kepada Ibu Rini maupun Pak Sofyan Basir, bahwa hal yang disampaikan dalam pembicaraan telepon itu kan sudah disampaikan oleh Bu Rini dan Pak Sofyan ini kan tidak lengkap jadi jangan kita menghakimi dulu Kita lihat kebenarannya oleh karena itu diawali sidang nanti kita akan memanggil untuk dimintai klarifikasi," tandasnya.

Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved