Meski Harga Naik, Pedagang Bunga Tabur di TPU Basmol Tetap Raup Untung
Sebelum berjalan menuju area makam, terlebih dahulu para peziarah membeli bunga tabur dan air mawar.
Penulis: Novian Ardiansyah | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Namun hasil berjualannya itu masih harus dipakai untuk modal belanja bunga lagi.
Rasijan mengatakan, modal yang ia keluarkan cukup besar juga lantaran harga bunga yang juga mengalami kenaikan.
"Sekarang bunganya saja sudah Rp 80 ribu, kemar1n-kemar1n mah masih Rp 60 ribu per bungkus gedenya. Belinya di Pasar Bunga Rawa Belong," ujar Rasijan.
Ia pun terpaksa ikut menaikan harga bunga tabur yang ia jual.
Dari yang sebelumnya Rp 5 ribu, sekarang menjadi Rp 15 ribu.
"Kemaren hari biasa mah masih Rp 5 ribu, sekarang jadi Rp 15 ribu sebungkusnya sama air mawar juga sebotol," ujar Rasijan.
Meski begitu, ia pun bersyukur dagangannya itu bisa laku lantaran banyak peziarah yang datang ke makam.
"Iya alhamdulillah ramai gini ma, biasanya jualan sampai sore tapi tetgantung juga kalau masih ramai kita ikutin saja," kata Rasijan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/tpu-basmol_20180513_144928.jpg)