Surabaya Diteror Bom
Hadang Teroris Sebelum Tewas, Ternyata Bayu Sempat Lakukan Ini Terhadap Anaknya
Seorang pengguna Facebook bernama Birgaldo Sinaga mengisahkan sosok Bayu, sebelum dirinya tewas dalam aksi teror bom.
TRIBUNJAKARTA.COM - Dalam insiden yang terjadi di tiga gereja Surabaya memakan 11 orang meninggal dunia dan 41 luka-luka.
Dari kerjadian itu, ditemukan potongan tubuh manusia yang diduga menjadi korban ledakan bom di sekitar lokasi gereja.
Melansir Tribunnews.com, Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Frans Barung dalam siaran di Metro TV menjelaskan jika Tiga Gereja dimaksud adalah Gereja Santa Maria di Ngagel, GKI di Jalan Diponegoro dan Gereja di Jalan Arjono.
Kejadian mengerikan itu masih diselidiki pihak penyidik.
Baca: Ternyata Pelaku Bom Bunuh Diri yang Meledak di Sidoarjo Juga Satu Keluarga
Meski begitu, ada sepenggal kisah yang ikut dikais dari kabar duka tersebut.
Hal itu berasal dari edaran berupa jarkoman via WhatsApp tentang sosok pria heroik.
Ia adalah Bayu, seorang pria yang disebutkan dalam jarkoman tersebut sebagai koordinator keamanan gereja.
Seorang pengguna Facebook bernama Birgaldo Sinaga mengisahkan sosok Bayu, sebelum dirinya tewas dalam aksi teror bom.
Berikut kisahnya :
Minggu pagi subuh (13/5/2018), Aloysius Bayu Rendra Wardhana bangun lebih cepat. Ia dapat tugas shift pagi sebagai sebagai koordinator relawan keamanan Gereja SMTB
Santa Maria Tidak Bercela Ngagel Surabaya.
Sehari-hari Koko Item bekerja sebagai fotographer handal.
Bayu atau yang akrab dipanggil Koko Item bersiap mandi lalu berkemas. Ia masuk kamar berganti seragam. Bayi mungilnya masih tertidur pulas. Ia mendekat keranjang ayunan bayinya. Ia mendekatkan bibirnya untuk mencium pipi montok bayinya. "Anakku sayang.. Papa kerja dulu ya... Jgn nangis ya... Emuachhh", bisik lirih Bayu di telinga bayinya. Istrinya tersenyum lalu mengantar suaminya di depan pintu.
Bayu tiba di Gereja SMTB pada misa pertama. Ia bergabung dengan rekannya di pintu masuk samping halaman gereja persis di persimpangan lampu merah Jl Ngagel Madya.
Jemaat mulai berdatangan. Ramai jemaat masuk gereja. Banyak anak2 dan wanita masuk gereja. Misa pertama biasanya paling ramai jemaatnya.
Baca: Insiden Peledakan 3 Gereja di Surabaya, PGI : Terorisme adalah Hasil Kesesatan Berpikir
Dari arah Jalan Ngagel, seorang pengendara motor nampak memacu kendaraannya. Ia membawa tas ransel di punggungnya. Dengan tatapan tajam pengendara motor itu terus memacu motornya. Ia masuk gereja melalui pintu samping.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/bayu_20180514_060900.jpg)