Kasus Terorisme
Dikenal Baik, Guru Berstatus PNS ini Diam-diam Sudah Siapkan Dua Calon Pengantin Bom Bunuh Diri
Sebelum tertangkap, tiga terduga teroris di Perumahan Sumber Taman Indah, Wonosasih, Probolinggo, sudah menyiapkan sejumlah rencana aksi.
Di lingkungan sekitar rumahnya, HSA memberikan pendidikan secara gratis ke anak-anak yang belum beruntung mendapatkan pendidikan.
Tetangga bernama Sukirno menyebutkan, lama-kelamaan apa yang diberikan HSA kepada anak-anak ini sedikit berbeda dari kebanyakan.
Ajarkan memanah dan menembak
"Tidak selayaknya apa yang diberikan seorang guru ke muridnya. Pelajaran yang diberikan itu bukan membaca, menghitung, atau bahasa Inggris sesuai kemampuannya. Tapi pelajaran yang diberikan ini berbeda dengan pelajaran biasanya," ujar dia.
Di tangan HSA, anak-anak yang mayoritas usianya masih di bawah 10 tahun diajari untuk memanah dan menembak menggunakan senapan angin.
"Saya tidak tahu maksud dan tujuannya apa, kok anak sekecil itu diajari memanah dan menembak sejak dini. Begitu tahu, ajarannya seperti itu, saya minta anak saya untuk tidak belajar kesana lagi," tambah dia.
HSA yang diamankan bersama dua rekannya yakni MF dan IS membuat Sukirno merasa prihatin.
Ia tidak menyangka, sosok pendidik ternyata bisa terlibat dalam pemahaman agama yang salah.
"Semoga kalau memang dia benar terlibat mendapatkan hukuman yang berat. Tapi, jika memang tidak terlibat , dia segera mendapatkan haknya untuk bebas. Selama ini, dia memang tidak pernah bergaul dengan tetangga," jelas Sukirno.
Dikenal baik
Sehari-hari HSA menjadi guru bahasa Inggris di SMKN 1 Kotaanyar, Kota Probolinggo dan sudah aktif mengajar sejak 2009 untuk siswa-siswi kelas XI dan XII.
Pria yang memiliki tiga anak ini merupakan lulusan Sekolah Tinggi Bahasa Asing Malang.
Di mata rekan sejawatnya, HSA dikenal sebagai sosok yang baik dan pendiam.
Baca: Guru Bahasa Inggris Terduga Teroris Ajarkan Muridnya Memanah dan Menembak
Dia salah satu guru yang sangat disiplin saat memberikan atau menyampaikan pelajaran ke para siswanya.