12 Tahun Dagang Lemang Rambe Dijuluki Tarzan Kota, Kok Bisa?

Hasmin Rambe (54) merupakan pemilik dari Warung Lemang Muslim di Jalan Ir. H. Juanda Cimanggis, Depok.

Penulis: Bima Putra | Editor: Ilusi Insiroh
TribunJakarta.com/Bima Putra
Hasmin Rambe (kiri) bersama kerabatnya Ahmad Hudirin di Warung Lemang Muslim, Cimanggis, Depok, Senin (28/5/2018). TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CIMANGGIS - Hasmin Rambe (54) merupakan pemilik dari Warung Lemang Muslim di Jalan Ir. H. Juanda Cimanggis, Depok.

Meski sudah berdagang Lemang sejak 12 tahun, Rambe tidak pernah bermimpi untuk menghidupi keluarganya dari makanan yang kerap dimasak Ibunya.

"Awalnya enggak ada niat untuk jual Lemang, tapi karena di Jakarta nyari kerja susah jadi saya milih dagang Lemang. Belajar masak Lemang dari lihat cara orangtua masak Lemang di rumah," kata Rambe saat ditemui di warungnya, Cimanggis, Depok, Senin (28/5/2018).

Baca: Puskesmas Kebayoran Baru Miliki 4 Jalur Warna Berbeda. Ini Maknanya

Seluruh kritik dari pelanggannya kala awal berkeliling berjualan Lemang dilalui guna mendapat komposisi yang pas dalam meracik Lemang.

Butuh tiga tahun bagi pria asal Medan ini untuk dapat memasak Lemang yang bisa diterima di lidah masyarakat.

Percikan bara api hingga legamnya telapak tangan saat pembakaran Lemang berbuah manis.

Pesohor dunia hiburan seperti Ayu Ting Ting dan Malih pernah singgah di warung beratapkan seng miliknya.

Lemang racikannya juga telah dikirim ke berbagai negara seperti Hong Kong, Arab Saudi, Amerika, dan Jerman.

"Saya pernah disebut Tarzan Kota sama teman karena berhasil mempertahankan usaha saya. Disebut Tarzan Kota ya karena Lemang dimasak pakai bambu. Saya juga bukan pedagang Lemang musiman di bulan Ramadan, setiap hari saya dagang Lemang," ujarnya.

Meski meraih sejumlah prestasi, Rambe memutuskan untuk tidak menggantung foto pembeli yang merupakan publik figur.

Baca: Libur Hari Raya Waisak, Lalu Lintas di Daerah Mampang Sangat Lancar, Ini Penampakannya

Ia lebih bangga saat orang yang belum pernah mencicipi Lemang menyukai Lemang racikannya yang sudah diberi bumbu rahasia.

"Kalau dilihat memang cara masak dan bahannya sederhana, cuman beras ketan, santan, dan garam lalu dimasukkan dalam batang bambu terus bambunya dibakar sampai Lemang matang. Tapi sebenarnya susah, kalau cara masaknya enggak benar matangnya enggak merata. Saya disebut Tarzan Kota juga karena berhasil mempertahankan usaha saya," tutur Rambe.

Bila ketika awal berdagang ia harus berkeliling hingga dini hari untuk dapat menjual habis lima Lemang.

Kini ia selalu kelabakan meladeni ratusan pesanan dari pengurus Masjid ataupun pengajian saat malam Takbiran tiba.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved