Oknum Perwira TNI, Polisi, Anggota DPRD dan Nenek-nenek Pernah Becanda Bawa Bom di Bandara
"Hari ini ada seorang ibu begitu masuk waktu bodinya dicek, dia mengatakan saya bawa bom," jelas GM Bandara Adi Sucipto Yogyakarta, Agus Pandu
Penulis: Erik Sinaga | Editor: Erik Sinaga
TRIBUNJAKARTA.COM- Insiden pesawat tertunda terbang karena ulah penumpang urakan yang bercanda membawa bom kembali terulang. Kali ini, joke bomb melanda pesawat Lion Air penerbangan Pontianak-Jakarta, tadi malam.
Pesawat tersebut harus delay berjam-jam karena ulah FN yang mengaku bawa bos di dalam. FN, sebagai lulusan universitas, harusnya sadar perbuatannya itu melanggar hukum dan tentu saja menimbulkan keresahan dan kepanikan.
FN, tidak sendiri dan dia bukan yang pertama. Jauh sebelum FN, sudah ada FN-FN yang lain yang tidak punya tata krama dalam menggunakan tranportasi. Berikut rangkuman TribunJakarta:
1. Oknum TNI Berulang, Lion Air Gagal Terbang
Pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan GT 141 tujuan Pekanbaru-Kualanamu, Medan, gagal terbang akibat candaan seorang oknum anggota TNI berpangkat Mayor yang menyebutkan membawa bom, Jumat (8/1/2016).
Akibatnya seluruh penumpang, bagasi dan kargo digeledah ulang. Peristiwa itu terjadi pada pukul 15.15 WIB.
General Manager Angkasa Pura II Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Jaya Tahoma yang dikonfirmasi Tribunpekanbaru.com membenarkan peristiwa tersebut.
Menurutnya oknum TNI berinisial S tersebut melontarkan candaan kepada seorang pramugari.
"Saat itu yang bersangkutan menyebutkan kepada pramugari tersebut bahwa isi tas dalam pangkuannya adalah bom. Mendengar pernyatan itu, pramugari langsung berkoordinasi dengan otoritas bandara dan kita langsung lakukan pemeriksaan," terangnya.
Akibat ulahnya tersebut, S ditahan pihak otoritas bandara.
"Kita sudah berkoordinasi dengan pihak Denpom untuk menjemput dan memeriksa oknum TNI tersebut," terang Jaya.
Dikatakan Jaya pihaknya memang langsung melakukan respon cepat setelah mendengarkan adanya bom yang dibawa penumpang. Meskipun itu hanya bentuk candaan saja.
"Sesuai dengan standar pemeriksaan, kita anggap serius semua informasi. Apalagi itu terkait dengan bom," ujarnya.
Hasil pantauan Tribunpekanbaru.com di Bandara SSK II tepatnya di pintu gerbang masuk kantor Angkasa Pura, tampak mobil operasi dari TNI AD keluar.
Di dalamnya tampak satu personel TNI serta seorang lelaki yang berpakaian kemeja bermotif kotak-kotak berwarna biru.
Sampai berita ini ditulis belum ada konfirmasi dari pihak Denpom terkait insiden candaan dari Mayor S.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/ilustrasi-bom_20180529_132407.jpg)