Insinyur India Ubah Polusi Jadi Tinta

Sebab, jika polusi dibiarkan semakin menjadi, ada kekhawatiran tentang masa depan manusia dan makhluk hidup lainnya.

Tayang:
Editor: Ilusi Insiroh
independent.co.uk
Asap tebal yang selimuti Ibu Kota Thailand 

TRIBUNJAKARTA.COM - Setiap negara nampaknya pasti mempunyai polusi.

Hal tersebut juga diketahui kalau seluruh dunia sudah berada pada siaga 1 mengenai polusi.

Sebab, jika polusi dibiarkan semakin menjadi, ada kekhawatiran tentang masa depan manusia dan makhluk hidup lainnya.

Nah, melihat permasalahan ini, sepertinya sebuah start-up asal India punya solusinya.

Baca: Dilecehkan Pesepak Bola Ternama, Melly Bradley Sebut Via Vallen Pencitraan Situ Cantik Banget Ya?

Dilansir dari learningenglish.voanews.com, para karyawan di start-up ini tengah sibuk memotong-motong potongan logam dan menggunakannya untuk membuat perangkat yang tidak biasa.

Menurut mereka, perangkat ini akan menangkap asap dari generator diesel dan mengubahnya menjadi tinta.

Para insinyur muda percaya teknologi ini akan membantu membersihkan udara di New Delhi, ibukota India. Sebab, kualitas udaranya termasuk yang terkotor di dunia.

Arpit Dhupar adalah salah satu dari tiga insinyur yang mendirikan start-up baru bernama Chakr Innovation.

Orang sering menyalahkan jutaan mobil di jalanan New Delhi karena polusi udara. Sebab mobil bertanggung jawab atas 22 persen populasi.

Namun selain mobil, penyebab besar lainnya adalah generator diesel kota.

Para ahli mengatakan bahwa generator diesel bertanggung jawab atas sekitar 15 persen dari polusi.

Baca: Foto Bersama 3 Rekannya di Film Bumi Manusia, Tangan Iqbaal Ramadan Nakal dan Gemas, Kenapa?

Industri dan bangunan menggunakan mesin besar untuk menerangi rumah dan kantor selama pemadaman listrik. Pemadaman ini sering menyerang pada bulan-bulan musim panas.

Melihat permasalahan ini, Dhupar memutuskan untuk mencari cara untuk melawan polusi udara tiga tahun lalu.

Pada saat itu, dia melihat dinding menghitam dari asap yang berasal dari generator diesel. Pemandangan inilah yang mengarahkan pada penciptaan Chakr Innovation.

Dhupar secara pribadi mengalami efek polusi udara. Ia mengalami masalah pernapasan saat tumbuh di Delhi.

Tidak hanya Dhupar, udara kotor juga menjadi masalah kesehatan yang serius bagi banyak orang India.

Setelah lebih dari dua tahun penelitian dan pengembangan, Chakr Innovation telah mulai menjual perangkat untuk menangkap polusi dari mesin diesel. 

Baca: DJ Dinar Candy Ngaku Pernah Dichat Seorang Pesepakbola, Sama Seperti Via Vallen?

Sampai saat ini, perangkat telah disiapkan di 50 tempat, termasuk bisnis pribadi.

Teknologi ini melibatkan pendinginan polusi udara dalam "penukar panas" di mana partikel kotor berkumpul.

Ini kemudian dipindahkan ke area lain yang menangkap 70 hingga 90 persen dari materi partikulat. Karbon diisolasi dari emisi dan berubah menjadi tinta.

Dia mengatakan teknologi ini mungkin sangat sederhana. Namun hasilnya sangat sederhana.

“Mari bertanggung jawab dan setidaknya tidak meninggalkan jejak karbon yang lebih besar. Dan jika kita mampu mengendalikannya, mengapa tidak? Pada akhirnya, itu baik untuk kita semua,” ucap Dhupar.

Tushar Mathur, salah satu pekerja di Chakr Innovation, mengatakan dia merasa bahwa mengubah asap menjadi tinta adalah solusi yang bermanfaat.

Dia menyebut teknologi "win-win antara pebisnis dan lingkungan”.

Baca: 6 Tahun Menikah dengan Anang Hermansyah, Ashanty Banyak Banget yang Bikin Aku Sakit Hati

Artikel ini telah tayang di Intisari dengan judul : Hebat, Insiyur Muda India Ini Bisa Ubah Polusi Udara Menjadi Tinta

Sumber: Intisari
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved