Investasi Kripto

Kripto Perkasa di Tengah Perang Timur Tengah, Harga BTC Cetak Rekor Tertinggi Sebulan

Aset digital kripto tampil perkasa di tengah ketegangan perang Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran.

Tayang:
TRIBUNNEWS.COM
Ilustrasi bitcoin. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Aset digital kripto tampil perkasa di tengah ketegangan perang Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran.

Seperti diketahui, pernag di Timur Tengah itu dimulai sejak AS-Israel menyerang Iran pada Sabtu (28/2/2026).

Iran tak tinggal diam dan turut menyerang Israel hingga para sekutu AS di Timur Tengah.

Berdasarkan data dari CoinMarketCap, Bitcoin bahkan mencetak rekor harga tertinggi sebulan pada Selasa (17/3/2026) di angka US$ 75.620.

Jika melihat harga BTC pada 28 Februari 2026, saat awal penyerangan, sempat menyentuh harga US$63.198, maka kenaikannya sampai 17 Maret 2026, mencapai 20,53 persen.

Hari ini, Rabu (18/3/2026), pukul 12.40 WIB, BTC diperdagangkan di level US$74.234.

Kenaikan juga dirasakan Etherium yang sempat menyentuh US$2.360 pada 17 Maret 2026.

Jika ditarik dari 28 Februari 2026, kenaikan ETH pada masa konflik di Timur Tengah itu mencapai 29,97 persen.

Pada Rabu (18/3/2026), pukul 12.49 WIB, ETH diperdagangkan di harga US$2.324.

Analis dari Reku, Fahmi Almuttaqin, menilai investor mulai melirik kripto sebagai aset lindung nilai di tengah situasi krisis.

"Bitcoin dan Ethereum mulai dilihat sebagai lindung nilai terhadap krisis," kata Fahmi kepada Kontan, Selasa (17/2/2026).

Menurut Fahmi, sifat Bitcoin yang borderless, tidak bisa disita, dan pasokannya terbatas secara algoritmik membuatnya menjadi alternatif terhadap depresiasi uang fiat, mirip dengan emas, namun dengan likuiditas perdagangan 24 jam setiap hari.

Data Coinglass menunjukkan ETF Bitcoin spot mencatat aliran dana masuk positif sejak 9 Maret, sementara ETF Ethereum spot sejak 10 Maret, menandakan tren akumulasi investor institusional.

Dalam sepekan terakhir, tercatat pembelian bersih 22.337 BTC senilai sekitar US$ 1,57 miliar, membawa total kepemilikan institusional ke 761.068 BTC atau sekitar US$ 57,61 miliar.

Ethereum juga mencatat rekor kepemilikan institusional. Berdasarkan data strategicethreserve, jumlah ETH yang dipegang oleh Ethereum Treasury Companies mencapai 7,27 juta ETH senilai US$ 15,11 miliar, lebih dari 6 persen dari total suplai ETH, padahal 12 bulan lalu jumlahnya masih nol. 

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved