Investasi Kripto
Analis Kripto Baca Potensi Bitcoin Menuju 80.000 Dolar US: Sedang Bangun Fondasi Support
Analis pasar aset kripto, Fahmi Almuttaqin, membaca pergerakan harga Bitcoin bisa kembali mencapai USD 80.000
TRIBUNJAKARTA.COM - Analis pasar aset kripto, Fahmi Almuttaqin, membaca pergerakan harga Bitcoin bisa kembali mencapai USD 80.000.
Per Jumat (17/4/2026) pagi Bitcoin berada di rentang harga US$ 75.000 sampai US$ 74.700.
Dalam rentang month to date (MTD), BTC sudah naik kurang lebih 10 persen.
Fahmi mencatat Bitcoin sempat menembus level US$ 75.000 sebelum mengalami koreksi akibat aksi ambil untung.
Namun, tekanan tersebut relatif terbatas dan diikuti fase konsolidasi yang cenderung stabil.
Menurutnya, pergerakan harga saat ini mengindikasikan pembentukan area support baru yang cukup kuat.
Kondisi ini berpotensi menjadi pijakan bagi kenaikan lanjutan.
“Pasar sedang membangun fondasi support sebelum melanjutkan tren kenaikan menuju US$ 80.000,” kata Fahmi kepada Kontan, Kamis (16/4/2026).
Ia menambahkan, tingginya ketidakpastian global justru menjadi uji ketahanan bagi struktur pasar Bitcoin. Konsolidasi yang terjadi di tengah tekanan tersebut mencerminkan adanya kekuatan permintaan.
Di sisi lain, aktivitas investor institusi masih menjadi penopang utama pasar. Permintaan dari institusi dinilai mampu menyerap pasokan Bitcoin di pasar, sehingga membantu menahan tekanan jual.
Hal ini sekaligus memperkuat indikasi bahwa pergerakan Bitcoin semakin didorong oleh akumulasi jangka panjang, bukan sekadar spekulasi jangka pendek.
Bagi investor di pasar berkembang seperti Indonesia, pergerakan Bitcoin juga kerap menjadi indikator sentimen risiko global, termasuk sebagai alternatif lindung nilai terhadap pelemahan mata uang.
Meski begitu, Fahmi menyarankan investor tetap berhati-hati. Strategi akumulasi bertahap dinilai lebih relevan di tengah volatilitas pasar yang masih tinggi.
Fahmi membaca adanya perubahan perspektif para investor terhadap Bitcoin.
Bitcoin tidak lagi dipandang sebagai aset berisiko, melainkan menjadi aset lindung nilai.
“Perilaku pasar saat ini menunjukkan bahwa Bitcoin mulai diposisikan sebagai lindung nilai digital oleh sebagian pelaku pasar,” ujar Fahmi.
Baca berita TribunJakarta.com lainnya di Google News atau langsung di halaman Indeks Berita
| Transaksi Kripto di Indonesia Melesu, Perang Dagang hingga Perang Senjata Sama-Sama Beri Dampak |
|
|---|
| 26 Hari Perang Timur Tengah: Emas Anjlok 15 Persen, Kripto Hijau |
|
|---|
| Ini Strategi Investasi Kripto yang Gak Pake Emosi, Tenang saat Harga Turun |
|
|---|
| Kripto Perkasa di Tengah Perang Timur Tengah, Harga BTC Cetak Rekor Tertinggi Sebulan |
|
|---|
| Hati-Hati! 6 Hal Ini Harus Dihindari saat Mulai Investasi Kripto |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/ilustrasi-bitcoin.jpg)