Investasi Kripto
Bitcoin Gagal Tembus 80.000 Dolar US, Analis Sebut Investor Sedang Kurang tartarik Aset Kripto
BTC sempat menyentuh harga US$ 79.500, namun setelahnya, harga aset kripto pertama di dunia itu justru turun.
TRIUNJAKARTA.COM - Harga Bitcoin gagal menembus level US$ 80.000. Pada Rabu (22/4/2026), BTC sempat menyentuh harga US$ 79.500, namun setelahnya, harga aset kripto pertama di dunia itu justru turun.
Hingga pukul 17.45 WIB, Minggu (26/4/2026), harga BTC beradad di level US$ 78.003.
Tekanan ini dipicu oleh kombinasi faktor geopolitik, kondisi makroekonomi, serta dinamika pasar derivatif yang mempercepat koreksi harga, khususnya pada Bitcoin.
Analis Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, mengungkap dampaknya, harga minyak mengalami kenaikan dan dolar AS menguat, sehingga menekan minat investor terhadap aset berisiko seperti kripto. Selain itu, gesekan baru antara AS dan China terkait isu teknologi kecerdasan buatan juga menambah ketidakpastian pasar global.
“Dari sisi teknikal, pergerakan harga Bitcoin menunjukkan volatilitas tinggi. Setelah sempat menyentuh level di atas US$ 79.000, harga kembali terkoreksi dan melemah ke kisaran di bawah US$ 78.000,” ujar Fyqieh kepada Kontan, Jumat (24/4/2026).
Ia melanjutkan penurunan ini memicu likuidasi besar-besaran pada pasar derivatif dengan total posisi mencapai sekitar US$ 278 juta.
Tekanan jual yang meningkat akibat likuidasi ini mempercepat penurunan harga dalam jangka pendek, sekaligus menunjukkan rapuhnya momentum kenaikan yang sebelumnya terjadi.
Sejalan dengan pergerakan Bitcoin, sejumlah altcoin juga mengalami penurunan. Ethereum terkoreksi dari level tertingginya dalam sepekan, sementara XRP bergerak terbatas di bawah level resistance.
Aset lain seperti Solana, Cardano, dan Dogecoin turut mencatat penurunan seiring berkurangnya minat risiko di kalangan investor.
Meski demikian, ia melihat fondasi pasar kripto secara keseluruhan masih cukup solid di tengah tekanan jangka pendek.
“Selama Bitcoin mampu bertahan di atas level psikologis US$ 75.000, peluang untuk pemulihan masih terbuka. Namun, investor tetap perlu mencermati faktor eksternal seperti arah kebijakan suku bunga The Fed dan perkembangan geopolitik yang dapat memicu volatilitas,” lanjutnya.
Baca berita TribunJakarta.com lainnya di Google News atau langsung di halaman Indeks Berita
| Analis Kripto Baca Potensi Bitcoin Menuju 80.000 Dolar US: Sedang Bangun Fondasi Support |
|
|---|
| Transaksi Kripto di Indonesia Melesu, Perang Dagang hingga Perang Senjata Sama-Sama Beri Dampak |
|
|---|
| 26 Hari Perang Timur Tengah: Emas Anjlok 15 Persen, Kripto Hijau |
|
|---|
| Ini Strategi Investasi Kripto yang Gak Pake Emosi, Tenang saat Harga Turun |
|
|---|
| Kripto Perkasa di Tengah Perang Timur Tengah, Harga BTC Cetak Rekor Tertinggi Sebulan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/ilustrasi-bitcoin-0.jpg)