Beragam Reaksi Sikapi Amien Rais Ingin Maju Capres: Terinspirasi Mahathir dan Singgung Nama Prabowo
"Mahatir itu jadi semacam perubahan visi orang di Asia Tenggara ini. Jadi saya terima kasih sama Mahathir ya," paparnya.
Penulis: Ferdinand Waskita Suryacahya | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais mengisyaratkan maju sebagai calon presiden pada pemilu 2019.
Amien Rais menyampaikan hal itu usai berbuka puasa di Rumah Dinas Ketua Umum MPR, Zulkifli Hasan di Widya Chandra, Jakarta Selatan, Sabtu (9/6/2018) malam.
Amien Rais menjelaskan PAN akan mengusung empat calon presiden dari partainya untuk ditawarkan ke partai koalisi yaitu Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, Mantan Ketua Umum PAN Sutrisno Bachir dan Mantan Ketua Umum PAN Hatta Radjasa.
Baca: Mayat Wanita Dalam Box di Musala, Saksi Mata Lihat Korban Datangi Tempat Tinggal Pelaku
"Mbah Amien Rais ini walaupun tua juga nggak apa-apa. Begitu Mahathir jadi, saya jadi remaja lagi. Saya pun juga sedikit agak layak (maju capres 2019). (meski) sudah agak kuno," ujar Amien Rais.
TribunJakarta.com merangkum respon sejumlah politikus mengenai pernyataan Amien Rais tersebut.
1. Amien Rais Sebut Mahathir Mohamad

Amien Rais menyebut Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad menjadi sosok perubahan visi maupun pola pikir bagi masyarakat.
Ini membuat dirinya berkeinginan maju menjadi Calon Presiden 2019.
Baca: Pengakuan Pemilik Rumah Izinkan Pembunuh Mayat Wanita Dalam Box di Musala Tinggal di Kediamannya
"Mahatir itu jadi semacam perubahan visi orang di Asia Tenggara ini. Jadi saya terima kasih sama Mahathir ya," paparnya.
Terakhir Amien Rais menyerahkan semuanya kepada rakyat yang akan memilih nantinya siapa calon presiden 2019 untuk melawan Joko Widodo yang sudah pasti maju di Pilpres 2019.
2. Sikap PAN
Partai Amanat Nasional (PAN) serius mengajukan Ketua Dewan Kehormatan Amien Rais maju menjadi calon presiden 2019.
Hal itu disampaikan Wakil Ketua Umum PAN, Viva Yoga Mauladi kepada Tribunnews.com, Minggu (10/6/2018).
"PAN serius mencalonkan pak Amien Rais running for President 2019," ujar Wakil Ketua Komisi IV DPR ini.
Alasannya kata elite PAN ini, Amien memiliki integritas sebagai pemimpin nasional, cinta NKRI dan cinta rakyat Indonesia
Selain juga Amien memiliki konsep dan kapasitas leadership dalam memimpin perjuangan bangsa Indonesia menuju pada Cita-cita Nasional sesuai berdirinya Negara Republik Indonesia.
Terakhir Amien masih memiliki fisik kuat dan stamina prima dalam beraktivitas sesuai tuntutan kerja.
"Usia tidak menghalangi dalam menjalankan tugas pokok pekerjaan," jelasnya.
Lebih jauh ia menjelaskan, di samping Amien Rais sebagai Capres 2019, PAN juga mengusulkan Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan, Soetrisno Bachir (Ketua Dewan Penasehat PAN) dan Hatta Rajasa (mantan Ketua Umum PAN).
Menurut dia, setelah penyelenggaraan Pilkada, 28 Juni 2018 mendatang, akan dilaksanakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PAN untuk finalisasi keputusan partai tentang pasangan calon presiden/ cawapres.
3. Respon Sandiaga Uno

Ketua Tim Pemenangan Pemilu Partai Gerindra Sandiaga Uno senang dengan kabar Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais yang ikut meramaikan bursa Pilpres 2019.
"Saya senang dengan semangat Pak Amien Rais, meski sudah senior, masih ingin memberikan sumbangan pikiran tenaga untuk bangsa dan negara," ujar Sandiaga, kepada Kompas.com, Senin (11/6/2018).
Sandiaga menyatakan, partai Gerindra dan koalisinya, memiliki kesamaan visi percepatan pembangunan ekonomi, perbaikan penciptaan lapangan kerja, menghadirkan biaya hidup yang terjangkau, dan pemerintahan yang bersih.
Aspirasi itu, kata Sandiaga, membutuhkan sosok yang mampu membangun perekonomian, lapangan kerja, pemberdayaan usaha kecil menengah, mengendalikan harga, memenuhi kebutuhan pangan, dan punya komitmen pembangunan pemerintahan yang bersih.
"Dan Pak Amien saya rasa punya pikiran yang sama," ujar Sandiaga, dikutip TribunSolo.com dari Kompas.com.
Kendati demikian, Sandiaga enggan membicarakan kemungkinan partainya mendukung Amien.
Partai Gerindra hingga saat ini masih mendukung ketua umumnya, Prabowo Subianto, sebagai calon presiden
4. Reaksi Yusril Ihza Mahendra

Ketua Umum DPP Partai Bulan Bintang Yusril Ihza Mahendra menanggapi pernyataan Amien Rais yang ingin maju sebagai calon presiden. Dalam pepatah Jawa, kata Yusril, ucapan pemimpin itu adalah sabdo pandito ratu, ucapan seseorang yang kedudukannya sangat tinggi, bagai seorang pandito (guru maha bijaksana) dan seorang ratu (raja).
"Karena itu ucapan pemimpin itu haruslah ucapan yang serius dan terpercaya. Ucapan yang sudah dipikirkan dengan matang segala akibat dan implikasinya. Ucapan pemimpin itu akan menjadi pegangan bagi rakyat dan pendukungnya," kata Yusril, Senin 11/6/2018).
Karena itu pula, katanya lagi, ucapan pemimpin itu harus lahir dari hati yang tulus, bukan kata bersayap. Yang seolah diucapkan dengan kejujuran, tetapi dibelakangnya mempunyai agenda pribadi yang tersembunyi.
"Karena ucapan pemimpin adalah sabdo pandito ratu, maka ucapannya tidak boleh “mencla mencle, pagi ngomong dele, sore ngomong tempe”. Artinya ucapannya berubah-ubah, inkonsisten, sehingga membingungkan rakyat dan pendukungnya," sindir Yusril.
Karena ucapan pemimpin adalah sabdo pandito ratu, lanjutnya lagi, maka pemimpin itu tidak boleh “plintat plintut” alias “munafiqun”, dalam makna, lain yang diucapkan, lain pula yang dikerjakan. Pemimpin seperti ini akan kehilangan kredibilitas di mata rakyat dan pendukungnya.
"Berpedoman kepada pepatah Jawa sabdo pandito ratu itu, maka sejak awal saya tidak berminat ataupun tertarik dengan inisiatif Pak Amien Rais yang melakukan lobby sana-sini. Untuk memilih siapa yang akan maju dalam Pilpres 2019 hadapi petahana," Yusril menegaskan.
Pengalaman, adalah guru yang paling bijak.
Tahun 1999 dalam pertemuan di rumah Dr Fuad Bawazier, cerita Yusril, Amien ketika itu mmeyakinkan dirinya termasuk yang lain untuk mencalonkan Gus Dur.
Ia dan MS Kaban dengan alasan tidak ingin mempermainkan orang untuk suatu agenda tersembunyi.
"Tahun 2018 inipun saya tidak ingin ikut-ikutan dengan manuver Pak Amien Rais, bukan karena saya apriori, tetapi saya belajar dari pengalaman. Saya kini Ketum Partai. Ibarat nakhoda, yang harus membawa penumpang ke arah yang benar, dengan cara-cara yang benar pula. Pengalaman tetaplah menjadi guru yang bijak bagi saya, dan mudah-mudahan bagi orang lain juga," kata Yusril yang pernyataannya juga ia sampaikan melalui twitternya.
5. PSI Minta Amien Rais Gentle

Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Raja Juli Antoni menilai tidak ada yang perlu ditanggapi dari pernyataan Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais saat menantang Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk berduel secara gentle dengan kontestasi Pilpres 2019.
Menurut Toni sapaanya, tidak ada relevansi meminta Jokowi untuk menjadi gentleman.
Pasalnya, Jokowi adalah sosok seorang yang mengerti, memahami dan mempraktikan demokrasi tentu saja bersedia berkompetisi secara sehat dan demokratis.
"Saya tidak tahu persis apa yang dimaksud oleh pendiri Partai Amanat Nasional (PAN) ini. Tidak ada relevansi meminta Presiden Jokowi untuk menjadi gentleman. Presiden Jokowi sebagai seorang yang mengerti, memahami dan mempraktikan demokrasi tentu saja bersedia berkompetisi secara sehat dan demokratis," kata Toni lewat pesan singkat kepada TribunJakarta.com, Minggu (10/6/2018).
Toni justru menantang Amien Rais menjadi orang tua yang gentle.
Menurutnya, mantan Ketua MPR RI ini selalu tampil dengan menggangap diri paling benar, paling hebat dan paling mampu di Indonesia ini.
"Silahkan secara gentle maju sebagai presiden tahun depan," katanya.
Lebih lanjut Toni memberikan contoh sikap gentleman yang ditunjukkan Mahathir Muhammad yang maju dan terpilih kembali sebagai Perdana Menteri (PM) Malaysia.
Mahathir juga dikenal sebagai sosok yang kerap mengkritik kebijakan pemerintah Malaysia, namun berani untuk maju sebagai Perdana Menteri
"Berusia 92 tahun Mahatir tekenal banyak berbicara, banyak mengkritik tapi gentle maju dalam gelanggang pertarungan demokrasi. Keyakinannya akan sebuah makna kebenaran dikontestasikan melalui pemilu, biarkan suara rakyat menentukan kebenaran sejati melalui kerangka demokrasi. Saya tunggu keberanian politik seorang Amin Rais," katanya.
Sebelumnya diberitakan sebelumnya, Amien Rais menantan Jokowi untuk bertarung secara gentle di Pilpres 2019. Dia mengatakan akan mengalahkan Jokowi secara konstitusional.
"Jadi saya menantang Pak Jokowi, mari kita bertanding secara fair. Mari kita duel secara gentle. Artinya apa, kita nggak usah jihad dengan fisik, menimbulkan bloodshed, tumpah darah, itu nanti ada masanya, kalau semua mentok saya kira itu perlu. Tapi itu masih jauh, masih ada cara lain, yaitu kita turunkan dengan demokrasi dan konstitusi," kata Amien.
6. Golkar Beri Tanggapan Pernyataan Amien Rais
Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily mempersilakan jika Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais mau mencalonkan diri sebagai Calon Presiden (Capres) pada 2019 mendatang.
Menurutnya, hal tersebut sangat bagus bagi proses demokrasi di tanah air.
"Kalau Pak Amien Rais mau maju dan menyatakan kesiapannya menjadi Capres, tentu bagus, semakin banyak calon Presiden, semakin bagus bagi proses demokrasi di Indonesia," ujar Ace, dalam pesan singkatnya kepada Tribunnews, Senin (11/6/2018).
Ia tidak memungkiri bahwa mantan Ketua MPR RI itu memiliki kemampuan untuk memimpin negara ini.
"Pak Amien Rais memiliki kapasitas dan kemampuan untuk memimpin RI ini," kata Ace.
Ace kemudian menyarankan agar Amien benar-benar 'nyapres' jika memang berminat, daripada terus mengkritisi apapun kebijakan yang diambil oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).
"Daripada terus mengkritik pemerintahan Pak Jokowi tak henti-henti, lebih baik maju saja sebagai Capres," tegas Ace.
Lebih lanjut, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI itu pun menekankan bahwa lebih baik politisi senior seperti Amien Rais 'berjuang' merebut kepercayaan rakyat pada Pilpres mendatang.
"Berjuang merebut kekuasan pemerintahan, kita buktikan mana yang paling dipercaya rakyat," pungkas Ace.
7. Peluang Amien Rais Menurut PDIP
Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno menyambut baik bila Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais maju dalam pemilihan presiden 2019.
Menurutnya setiap orang berhak untuk memilih dan dipilih di negara demokrsi.
"Bagus. Demokrasi semakin bersemi. Setiap orang, yang merasa dirinya layak jual, bisa masuk bursa kontestasi. Yang penting ada dukungan parpol yang cukup," ujar Hendrawan, Senin, (11/6/2018).
Menurut Hendrawan, peluang Amien Rais untuk maju atau memenangkan Pilpres masih terbuka.
Ketokohan mantan Ketua MPR tersebut masih terlihat.
"Beliau masih cukup vokal menyampaikan gagasan, koreksi dan opini terhadap berbagai masalah nasional. Ada bagian masyarakat yang suka dengan gaya ceplas-ceplos seperti itu," katanya.
Hendrawan mengatakan pihknya tidak khawatir bila Amien Rais kembali maju Pilpres, termasuk apabila bersanding dengan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto.
Menurutnya bila Amien benar-benar ikut dalam pemilihan presiden maka strategi PDIP dalam memenangkan Joko Widodo ( Jokowi) akan berubah.
"Tidak merasa demikian (terancam), hanya strategi bisa berubah. Siapa yang jadi nomor satunya Amien-Prabowo, atau Prabowo-Amien?" pungkasnya.
8. Cak Imin Soal Amien Rais

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar menilai, Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional Amien Rais masih memiliki peluang untuk diusung sebagai calon presiden pada Pemilu Presiden 2019.
Bahkan, menurut Muhaimin, bisa jadi peluang Amien Rais untuk menang lebih besar daripada Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.
"Jangan-jangan Pak Amien dengan Pak Prabowo (lebih) kuat Pak Amien," kata Cak Imin, sapaan akrab Muhaimin, saat ditemui di Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta, Minggu (10/6/2018).
Muhaimin mengatakan, hal itu bisa saja terjadi lantaran Prabowo baru saja kalah dari Presiden Joko Widodo pada Pilpres 2014.
Dengan demikian Amien Rais, menurut pria yang akrab disapa Cak Imin, memiliki peluang kemenangan yang lebih besar bila berkontestasi dengan Jokowi pada Pilpres 2019.
Terlebih, lanjut dia, Amien Rais pernah menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah yang didukung massa besar.
"Ya Pak Amien bekas Ketum Muhammadiyah, Prabowo sudah pernah tanding. Hari ini mungkin butuh yang baru tanding, analisis saja," ucap Cak Imin.
9. Penilaian Fahri Hamzah Soal Amien Rais

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menilai, wacana majunya Amien Rais dalam Pilpres 2019 terinspirasi dari kemenangan Mahathir Mohamad dalam pemilihan Perdana Menteri di Malaysia.
Mahathir yang berusia 92 tahun dan pernah memimpin Malaysia mampu memenangkan pemilihan Perdana Menteri melawan Najib Razak yang tengah dibayangi kasus korupsi.
"Mungkin didasari perasaan bahwa pemimpinnya tidak memadai maka beliau yang sebenarnya sudah berusia 74 tahun terinspirasi dengan orang seperti Mahathir yang kembali berkuasa karena ada penyimpangan dalam kepemimpinan, dalam mengelola pemerintahan," kata Fahri saat dihubungi, Senin (11/6/2018).
"Jadi dari perspektif itu kita bisa mengerti kenapa beliau didorong oleh teman-temannya untuk mencalonkan diri kembali dan saya kira itu sesuatu yang wajar selama menurut Undang-Undang itu dibolehkan," lanjut Fahri.
Ia menilai, Amien Rais sebagai salah satu sosok pemimpin yang baik di Indonesia.
Hal itu, lanjut Fahri, terbukti saat Amien konsisten mengawal transisi dari Orde Baru ke era Reformasi.
Menurut Fahri, selama 20 tahun terakhir, Amien juga konsisten menjaga demokrasi di Indonesia tetap berjalan di atas relnya.
"Tidak ada halangan saya kira. Dulu kita mengusulkan agar presidential threshold nol persen, sebenarnya dalam rangka itu (banyak capres)," papar Fahri.
"Tapi kan kemudian dikerucutkan menjadi 20 persen yang kemudian menyebabkan kita memiliki sedikit calon pemimpin. Saya kira terobosan Pak Amien ini positif untuk ke depan," lanjut dia.
Sebelumnya, Wakil Ketua Umum PAN Viva Yoga Mauladi mengatakan, partainya serius mewacanakan Amien Rais maju pada Pemilu Presiden 2019.
Namun, ide pencapresan Amien tidak tunggal.
Ada tokoh PAN lainnya yang hendak diusung seperti Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, mantan Ketua Umum PAN Hatta Rajasa, dan Ketua Dewan Penasehat PAN Sutrisno Bachir.
Viva mengatakan, partainya serius memasukan nama Amien ke dalam bursa capres lantaran mantan Ketua MPR itu memiliki integritas untuk memimpin Indonesia.
"Pak Amien memiliki integritas sebagai pemimpin nasional, cinta NKRI dan cinta rakyat Indonesia," kata Viva melalui keterangan tertulis, Minggu (10/6/2018).
Sebelumnya, Amien sempat menyebut namanya sebagai salah satu dari empat nama yang akan diusung menjadi capres oleh PAN.
Saat itu, ia menyebut namanya sebagai salah satu capres yang akan diusung PAN dalam acara buka puasa bersama kader PAN di rumah dinas Zulkifli Hasan, di Kompleks Widya Chandra, Jakarta, Sabtu (9/6/2018). (TribunJakarta.com, Tribunnews.com/Kompas.com)