Terdakwa Kasus BLBI Menangis di Persidangan, Rizal Ramli Sebut BLBI Kasus Ajaib

Terdakwa Syafruddin Arsyad Temenggung menangis di tengah sidang lanjutan perkara korupsi BLBI,yang digelar di Pengadilan Tipikor Jakarta kemarin.

TRIBUNNEWS/HERUDIN
Mantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) Syafruddin Arsyad Temenggung berjalan keluar gedung KPK Jakarta memakai rompi tahanan usai menjalani pemeriksaan, Kamis (21/12/2017). Syafruddin Arsyad Temenggung ditahan KPK terkait kasus dugaan suap penerbitan surat keterangan lunas (SKL) bantuan likuiditas Bank Indonesia (BLBI). 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Terdakwa mantan Ketua Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN), Syafruddin Arsyad Temenggung menangis di tengah sidang lanjutan perkara korupsi Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI), yang digelar di Pengadilan Tipikor Jakarta kemarin.

Sayfruddin tak kuasa menahan air mata saat diberi kesempatan oleh majelis hakim untuk memberikan sanggahan atau tanggapan atas keterangan saksi di persidangannya, yakni eks Ketua Komite Kebijakan Sektor Keuangan (KKSK) Kwik Kian Gie dan Hadiah Herawatie.

"Tidak ada yang tidak sependapat dengan para saksi. Hanya saja untuk Pak Kwik Kian Gie, kata‑katanya saya ini sekretaris KKSK yang pertama. Saya luruskan sekretaris KKSK yang pertama adalah Pak Dipo Alam. Lalu saya menggantikan beliau, jadi saya sekretaris KKSK yang kedua," ujar Syafruddin.

Syafruddin tiba‑tiba menangis, suaranya pun berubah menjadi parau. ?Dia sempat mengungkapkan perasannya hingga akhirnya dia duduk menjadi terdakwa di meja hijau.

"Kami ditugaskan oleh KKSK, enam bulan sudah dilaksanakan sampai keluar keputusan KKSK tanggal 17 Maret 2004. Saya ditugaskan tiga hal, itu kami lakukan semua, tidak ada yang tidak saya laksanakan," ucap Syafruddin terbata‑bata.

Tahu Dugaan Suap Gubernur Irwandi, Ajudan Minta jadi JC

"Tanggal 17 Maret 2004, kami laporkan berhasil ambil alih 12 perusahaan yang selama ini tidak bisa diambil alih oleh siapapun. 12 perusahaan ini kami serahkan ke negara," katanya lagi.

Lanjut dia dalam rapat KKSK di 17 Maret 2004 yang dihadiri oleh puluhan orang itu Syafruddin menjelaskan seluruh tugasnya sudah dilaksanakan termasuk dia juga memaparkan bukti dari penyelesaian tugas‑tugasnya.

"Semua yang ditugaskan KKSK saya laksanakan, karena itu, KKSK katakan sudah selesai berdasarkan Inpres Nomor 8 dan keputusan KKSK. Kami akhirnya menerbitkan SKL dan karena itulah kami ada disini,"kata Syafruddin.

Kasus Ajaib

Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghadirkan lima orang saksi fakta di kasus perkara Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI), di Pengadilan Tipikor Jakarta. Di persidangan, dua saksi yang diperiksa pertama yakni Kwik Kian Gie dan Hadiah Herawatie.

Halaman
12
Editor: Ilusi Insiroh
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved