Kebijakan Ganjil Genap

Sopir Taksi Konvensional Kecipratan Rezeki Ada Kebijakan Ganjil Genap

Perluasan yang dilakukan dalam rangka mengurangi kemacetan untuk mensukseskan Asian Games 2018 ini ternyata menguntungkan sopir taksi konvensional.

Penulis: Suci Febriastuti | Editor: Ilusi Insiroh
TRIBUNJAKARTA.COM/SUCI FEBRIASTUTI
Deretan Taksi ada di depan Wisma Antara, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (6/8/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Suci Febriastuti

TRIBUNJAKARTA.COM, SENAYAN - Perluasan kebijakan ganjil genap di jalan arteri sudah diuji coba sejak 2 Juli 2018 dan telah diterapkan pada 1 Agustus 2018 lalu untuk dilakukan penindakan terhadap pengemudi yang melanggar.

Perluasan yang dilakukan dalam rangka mengurangi kemacetan untuk mensukseskan Asian Games 2018 ini ternyata menguntungkan sopir taksi konvensional.

Hal ini lantaran taksi online sebagai satu di antara transportasi umum berplat kuning bebas melintas di kawasan ganjil genap.

Sujarwo, sopir taksi konvensional yang berada di kawasan Monas, Jakarta Pusat, merasa pendapatannya meningkat setelah ganjil genap diperluas.

"Sekarang kan peraturannya dari pagi sampai malam terus-terusan ya bisa dibilang adalah peningkatan lumayanlah pokoknya" ujar Jarwo kepada TribunJakarta.com, Senin (6/8/2018).

Ia mengatakan jika siang hari dirinya hanya berkeliling mencari penumpang di sekitaran kawasan Sudirman-Thamrin.

"Kalau jam makan siang itu lumayan mba. Misalnya dari sini (kawasan Monas) ada yang mau makan siang atau meeting ke mal kayak Grand Indonesia atau Plaza Indonesia terus dari mal nanti ada lagi yang naik. Balik lagi ya pokoknya disekitaran sini aja deh," jelasnya.

Selain taksi konvensional dan transportasi umum, sepeda motor juga dizinkan melintas dan ia pun mengaku tak merasa takut kalah saing dengan ojek online.

"Enggaklah. Kalau mereka makan siang atau meeting enggak sendiri. Jadi naik taksi lah yang lebih gampang, kalau taksi online juga terbatas kan soalnya platnya hitam," jelasnya.

"Lagian yang dibatasin ganjil genap itu kan mobil pribadi ya. Jadi pastinya naiknya naik taksi lah beberapa pasti enggak biasa naik bus gitu yang penuh," lanjutnya.

Sementara itu, Rully, sopir taksi konvensional lainnya juga mengatakan hal yang tak jauh berbeda.

"Alhamdulillah lumayan. Enggak cuma saya, beberapa juga bilang begitu. Ini rezeki dulu sebelum ada ini (ganjil genap) orang lebih milih taksi online yang katanya lebih murah," ujarnya.

Untuk diketahui, pemberlakuan kebijakan ganjil genap diperpanjang dari pukul 06.00 hingga 21.00 WIB atau 15 jam secara terus menerus di 10 jalan arteri yang menjadi rute yang dilalui atlet Asian Games 2018 menuju venue.

Sebelumnya, Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) mengatakan pengguna taksi konvensional, khususnya Bluebird naik 20 persen.

"Taksi konvenaional meningkat 20 persen saya survei Bluebird," ujar Bambang saat dihubungi TribunJakarta.com.

Merasa Dirugikan Peraturan Ganjil Genap, Warga: Sebaiknya Hanya Bayar Pajak Kendaraan Setengah Saja

Resmi Menikah, Respon Randi Bachtiar Saat Dikenalkan dengan Tasya Kamila: Ya kali Masih Bocah Gitu

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved