Pilpres 2019

Sandiaga Uno Nyatakan Siap Tanggung Sebagian Dana Kampanye

Sandiaga Uno mengatakan, dirinya siap menggelontorkan sebagian kekayaannya untuk keberlangsungan kampanye dirinya dan Prabowo Subianto.

Sandiaga Uno Nyatakan Siap Tanggung Sebagian Dana Kampanye
TRIBUNJAKARTA.COM/SUCI FEBRIASTUTI
Sandiaga Uno usai mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Balai Kota DKI Jakarta, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (10/8/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, PADEMANGAN - Calon wakil presiden Sandiaga Uno menyebut dirinya siap menanggung sebagian dana kampanye di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang.

Hal itu Sandiaga Uno sampaikan seusai membantah soal adanya mahar yang ia dapatkan untuk menjadi cawapres Prabowo Subianto.

Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu menyebut dirinya berpolitik sesuai dengan undang-undang, tidak sembarangan.

"Tidak benar itu mahar, karena semuanya harus sesuai dengan undang-undang kita ini sekarang kan harus pastikan tidak bisa lagi ada hanky panky dalam politik. Masyarakat marah kalo ada hanky panky masyarakat merasa dibohongi," bantah Sandiaga, Minggu (12/8/2018) di Ancol, Jakarta Utara.

Sandiaga Uno mengatakan, dirinya siap menggelontorkan sebagian kekayaannya untuk keberlangsungan kampanye dirinya dan Prabowo Subianto.

"Nggak bisa lagi gitu terbuka aja. Saya bilang ini ada biayanya kampanye. Bagaimana penyediaannya, saya bersedia untuk menyediakan sebagian dari dana kampanye dan ada bantuan kepada tim pemenangan dan ada juga bantuan kepada partai yang mengusung. Itu yang jadi komitmen kita," beber Sandiaga.

Sandiaga juga menyebut, dirinya akan melaporkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) miliknya kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terlebih dahulu.

Sementara itu, tim Prabowo-Sandiaga sedang menghitung besaran dana yang diperlukan untuk pembiayaan kampanye.

"Saya besok akan ke KPK sore Insya Allah habis tes kesehatan. Tentunya satu, LHKPN harus diperbaharui, saya rutin tiga bulan lapor tapi untuk yang capres ini kan harus diperbaharui per 30 Juni. Karena 31 Juli nggak mungkin karena sekarang kan 10 Agustus rekening bank harga-harga saham itu kan mesti diupdate terus," kata Sandiaga.

"Saya akan declare berapa yang kira-kira saya sediakan agar semuanya terbuka terang benderang gitu, jadi tidak ada yang ditutup-tutupi," tandasnya. 

Penulis: Gerald Leonardo Agustino
Editor: Erlina Fury Santika
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved