Tambal Ban Ini 'Portable' dan Bisa Dipanggil di BSD Serpong

"Ada orang yang nanya, bisa dipanggil enggak, ya saya kasih nomor," ujarnya, Kamis (30/8/2018).

Tambal Ban Ini 'Portable' dan Bisa Dipanggil di BSD Serpong
TribunJakarta/Jaisy Rahman Tohir
Manru, tukang tambal ban portable di Serpong, Tangerang Selatan, Kamis (30/8/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, SERPONG - Ban bocor selalu menjadi momok bagi pengendara mobil dan sepeda motor. Terlebih bagi pengendara yang melintasi jalan kawasan elit yang sangat jarang terdapat penjual jasa tambal ban, atau yang biasa disebut tukang tambal ban.

Kondisi tersebut bisa ditemui di Jalan Pahlawan Seribu, atau kawasan BSD Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel). Sangat sulit menemui tukang tambal ban di sana.

Namun, ada satu tukang tambal ban yang setia selama dua tahun menjelajahi kawasan itu.

Ia adalah Manru. Pria 42 tahun itu disebut menjelajah, karena Manru bisa membawa mesin dan alat-alat tambal bannya secara bebas, tak menetap, alias portable.

Manru membawa compressor, segala macam kunci dan peralatan tambal ban menggunakan gerobak yang ditempelkan ke sepeda motornya.

Manru biasa mangkal di samping supermarket bahan bangunan BJ Home. Namun jika ada yang memanggilnya via telepon ia akan siap dipanggil menggunakan sepeda motornya.

Karena jarangnya tukang tambal ban di wilayah itu, jadilah Manru kerap mendapat penggilan untuk menambal ban.

"Ada orang yang nanya, bisa dipanggil enggak, ya saya kasih nomor," ujarnya, Kamis (30/8/2018).

Sejumlah Artis Hadir di Pemakaman Putra ke Tiga Ahmad Albar

Anaknya Dimakamkan, Ahmad Albar Sampaikan Permohonan Maaf

Gagal Raih Medali Emas, Iksan Apriyadi Terobati oleh Dua Buah Hatinya

Manru biasa mulai tugas pukul 07.00 WIB pagi hingga malam hari.

"Ya terserah bisa jam sembilan malam, jam 11 malam," ujarnya.

Namun ia membatasi wilayah jelajahnya hanya sampai Gading Serpong. Jika ada yang memanggilnya melebihi wilayah jelajahnya, ia akan meminta maaf dan menolak panggilan itu.

"Ya kalau lebih, saya minta maaf saja," ujarnya.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved