Disindir Pemuda Lulusan STM di Gedung DPR, Fahri Hamzah Hanya Bisa Tertawa Terbahak
Sebagai lembaga negara, untuk pertama kalinya DPR RI mengadakan lomba meme dan stand up comedy 'Kritik DPR'.
Penulis: Wahyu Aji Tribun Jakarta | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
"Sebelum bolos mereka lepas seragam dulu biar ngga ditangkap Satpol PP, manjat pagar terus mampir warung beli rokok Samsu sama teh gelas," kata Aji.
Bawa Pulang Rp 25 Juta

Ketua DPR Bambang Soesatyo mengatakan, lomba tersebut menjadi bukti bahwa DPR RI terbuka bagi siapapun untuk menyampaikan kritik terhadap kinerja DPR RI.
"Kritik terhadap DPR RI tak boleh mati. Kritik terhadap DPR RI sebagai lembaga perwakilan merupakan sebuah keniscayaan dan keharusan. Selain sebagai vitamin, kritik menjadi stimulus yang menjamin kinerja DPR RI selalu on the track," ujar Bamsoet usai grand final lomba stand up comedy 'Kritik DPR' yang diadakan di gedung DPR RI.
Lomba stand up comedy 'Kritik DPR' dimenangkan komika Aji Pratama dengan membawa hadiah Rp 25 juta, diikuti Marshel Widianto diperingkat kedua dengan hadiah 15 juta dan Kiki Saputri di posisi ketiga dengan hadiah Rp 10 juta.
Tampil sebagai dewan juri Stand Up Comedy antara lain Cak Lontong, Effendi Ghazali, dan Iwel Sastra.
Untuk lomba essai 'Kritik DPR' dimenangkan Alif Syuhada dengan judul 'Kritik Setandan Pisang', juara kedua Abdul Waid dengan judul 'Bhinneka Tunggal Ika: Sikap Politik DPR Demi Kepentingan Masyarakat Majemuk atau Kelompok Tertentu' dan juara ketiga Dara Salsabila dengan judul 'Mau Hak Kok Kerjaan Lambat'.
Sementara Juara pertama lomba meme 'Kritik DPR' dimenangkan Wahyu Siswanto, juara kedua Ricard Gandhi dan juara ketiga Utoyo.
Dari ketiga kategori lomba meme, essai dan stand up comedy, dewan juri kemudian memilih satu orang pemenang utama untuk mendapatkan hadiah sepeda motor Vespa dari Ketua DPR RI.
Dan, dewan juri menetapkan juara pertama stand up comedy 'Kritik DPR', Aji Pratama, sebagai pemenang utama lomba 'Kritik DPR'.
Legislator Dapil VII Jawa Tengah yang meliputi Kabupaten Purbalingga, Banjarnegara, dan Kebumen ini menjelaskan, dirinya sengaja memilih meme dan stand up comedy sebagai ajang perlombaan.
Selain untuk menghidupkan tradisi kritik dari kalangan milenial, juga untuk membiasakan DPR RI tak kaku dalam menghadapi kritik yang datang.
"Meme dan stand up comedy sengaja dipilih karena keduanya sedang booming di berbagai platform media sosial, khususnya di kalangan generasi milenial. Selain kritik yang datang dari para aktifis pergerakan mahasiswa maupun organisasi kemasyarakatan, DPR RI juga ingin mendengar suara-suara kritik dari generasi jaman now," kata Bamsoet sapaanya.
Ketua Badan Bela Negara FKPPI ini menerangkan, meme sudah menjadi culture sebagai fenomena baru dalam komunikasi masyarakat menyampaikan pesan. Menampilkan kombinasi foto dan teks, meme seringkali ditunjukan untuk merespon suatu isu maupun perbincangan politik dalam diskursus sosial.
Begitupun dengan stand up comedy yang seringkali terdengar satir dan menohok yang dikemas dengan humor.