Disindir Pemuda Lulusan STM di Gedung DPR, Fahri Hamzah Hanya Bisa Tertawa Terbahak

Sebagai lembaga negara, untuk pertama kalinya DPR RI mengadakan lomba meme dan stand up comedy 'Kritik DPR'.

Penulis: Wahyu Aji Tribun Jakarta | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
FACEBOOK/CAPTURE
Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menyaksikan stand up comedy HUT DPR RI ke-73. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Sebagai lembaga negara, untuk pertama kalinya DPR RI mengadakan lomba meme dan stand up comedy 'Kritik DPR'.

Acara ini digelar untuk memeriahkan HUT ke-73 DPR, di Gedung Nusantara III DPR RI, Rabu (29/8/18)

Seorang yang menjadi bintang dalam acara ini adalah Aji.

Pemuda lulusan sebuah sekolah teknik menengah (STM) di Jakarta ini berhasil mengocok perut Ketua DPR Bambang Soesatyo, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah hingga sejumlah anggota dewan yang hadir.

Awal membuka jokesnya, Aji mengatakan bahwa kesehariannya selama menjalani sekolah tak beda dengan yang dilakukan anggota DPR.

Dirinya mengakui sebagai seorang murid nakal yang bolos, suka tidur di kelas sampai menggunakan uang SPP.

"Setelah lulus aku ikut lomba kritik DPR. Disuruh ngritik diri sendiri.

 
"Ya gimana gitu? Aku sama anggota DPR ya sama," kata Aji diosambut tawa meriah yang hadir.

"Kita ini satu passion pak. Satu lifestyle. Pokoknya kalian tuh panutankulah," tambahnya.

Sontak gemuruh tawa terdengar dari penonton.

Aji Pratama pemenang lomba stand up comedy HUT DPR RI ke-73.
Aji Pratama pemenang lomba stand up comedy HUT DPR RI ke-73. (FACEBOOK/CAPTURE)

Anggota DPR yang berada di kursi penonton tertawa. Beberapa terlihat tepuk tangan.

Aji kemudian menjelaskan persamaan dia dengan anggota-anggota DPR.

Pemuda belasan tahun ini lalu menjabarkan sejumlah persamaan dirinya dengan anggota DPR.

Salah satunya adalah membolos.

Aji mengatakan dirinya pernah tidak sengaja menonton sidang paripurna DPR di televisi.

Betapa kagetnya dia melihat anggota yang hadir sedikit.

Kursi empuk yang harusnya terisi penuh, menurutnya banyak yang kosong.

"Terus aku berpikir, kok sama kaya di STM aku. Banyak yang bolos," kata Aji.

Dirinya lalu membandingkan jika pelajar STM bolos pasti akan pergi ke tempat penyewaan Playstasion alias PS.

"Aku pikir DPR bolos kemana? Rental PS? Ngapain anggota DPR ke rental PS mending beli PS sendiri, duitnya banyak," kata Aji.

Menurutnya, jika seorang oknum pelajar STM membolos pasti tidak akan sendiri.

Pelajar tersebut bakal mengajak seorang temannya ikut serta.

"Terus aku berpikir ini gimana cara anggota DPR bolos?" kata Aji.

Pemuda ini lalu beranda-andai jika bolosnya pelajar STM sama dengan anggota DPR.

Sejumlah anggota DPR RI menyaksikan stand up comedy HUT DPR RI ke-73.
Sejumlah anggota DPR RI menyaksikan stand up comedy HUT DPR RI ke-73. (FACEBOOK/CAPTURE)

Yang menambah penonton yang tertawa adalah saat Aji menyindir Fahri Hamzah yang duduk di barisan penonton paling depan.

Aji mengumpamakan saat Fahri Hamzah mengajak bolos rekannya Fadli Zon.

"Misal lagi mau rapat Pak Fahri Hamzah ngajak Pak Fadli Zon bolos. Pak Fahri ngomong ke Fadli. Zon, kita ke rental PS.Males nih rapat cabut yuk ke warnet," kata Aji disambut tawa meriah hadirin.

Fadli Zon: Ga ah ke warnet sama kamu Twitteran terus

Fahri meyakinkan lagi.

Akhirnya mereka bolos.

"Sebelum bolos mereka lepas seragam dulu biar ngga ditangkap Satpol PP, manjat pagar terus mampir warung beli rokok Samsu sama teh gelas," kata Aji.

Bawa Pulang Rp 25 Juta

Aji Pratama, lulusan STM Jakarta berhasil menggondol Sepeda Motor Vespa Dilon sebagai hadiah Top of the top dari Lomba Kritik DPR sekaligus menyabet Juara I Stand up Comedy dengan hadiah Rp.25 juta.
Aji Pratama, lulusan STM Jakarta berhasil menggondol Sepeda Motor Vespa Dilon sebagai hadiah Top of the top dari Lomba Kritik DPR sekaligus menyabet Juara I Stand up Comedy dengan hadiah Rp.25 juta. (ISTIMEWA)

Ketua DPR Bambang Soesatyo mengatakan, lomba tersebut menjadi bukti bahwa DPR RI terbuka bagi siapapun untuk menyampaikan kritik terhadap kinerja DPR RI.

"Kritik terhadap DPR RI tak boleh mati. Kritik terhadap DPR RI sebagai lembaga perwakilan merupakan sebuah keniscayaan dan keharusan. Selain sebagai vitamin, kritik menjadi stimulus yang menjamin kinerja DPR RI selalu on the track," ujar Bamsoet usai grand final lomba stand up comedy 'Kritik DPR' yang diadakan di gedung DPR RI.

Lomba stand up comedy 'Kritik DPR' dimenangkan komika Aji Pratama dengan membawa hadiah Rp 25 juta, diikuti Marshel Widianto diperingkat kedua dengan hadiah 15 juta dan Kiki Saputri di posisi ketiga dengan hadiah Rp 10 juta.

Tampil sebagai dewan juri Stand Up Comedy antara lain Cak Lontong, Effendi Ghazali, dan Iwel Sastra.

Untuk lomba essai 'Kritik DPR' dimenangkan Alif Syuhada dengan judul 'Kritik Setandan Pisang', juara kedua Abdul Waid dengan judul 'Bhinneka Tunggal Ika: Sikap Politik DPR Demi Kepentingan Masyarakat Majemuk atau Kelompok Tertentu' dan juara ketiga Dara Salsabila dengan judul 'Mau Hak Kok Kerjaan Lambat'. 

Sementara Juara pertama lomba meme 'Kritik DPR' dimenangkan Wahyu Siswanto, juara kedua Ricard Gandhi dan juara ketiga Utoyo.

Dari ketiga kategori lomba meme, essai dan stand up comedy, dewan juri kemudian memilih satu orang pemenang utama untuk mendapatkan hadiah sepeda motor Vespa dari Ketua DPR RI.

Dan, dewan juri menetapkan juara pertama stand up comedy 'Kritik DPR', Aji Pratama, sebagai pemenang utama lomba 'Kritik DPR'.

Legislator Dapil VII Jawa Tengah yang meliputi Kabupaten Purbalingga, Banjarnegara, dan Kebumen ini menjelaskan, dirinya sengaja memilih meme dan stand up comedy sebagai ajang perlombaan.

Selain untuk menghidupkan tradisi kritik dari kalangan milenial, juga untuk membiasakan DPR RI tak kaku dalam menghadapi kritik yang datang.

"Meme dan stand up comedy sengaja dipilih karena keduanya sedang booming di berbagai platform media sosial, khususnya di kalangan generasi milenial. Selain kritik yang datang dari para aktifis pergerakan mahasiswa maupun organisasi kemasyarakatan, DPR RI juga ingin mendengar suara-suara kritik dari generasi jaman now," kata  Bamsoet sapaanya.

Ketua Badan Bela Negara FKPPI ini menerangkan, meme sudah menjadi culture sebagai fenomena baru dalam komunikasi masyarakat menyampaikan pesan. Menampilkan kombinasi foto dan teks, meme seringkali ditunjukan untuk merespon suatu isu maupun perbincangan politik dalam diskursus sosial.

Begitupun dengan stand up comedy yang seringkali terdengar satir dan menohok yang dikemas dengan humor. 

"Kritik yang ditampilkan para peserta lomba melalui meme maupun stand up comedy sangat tajam sekali. Melalui meme dan stand up comedy, kita bisa melihat bahwa masyarakat mempunyai kesadaran kritis," lanjutnya.

"Inilah realitas yang harus diterima oleh setiap anggota dewan maupun tim dari sekretariat jenderal, sehingga DPR RI bisa terus memperbaiki kinerja dirinya," papar Bamsoet.

Tak hanya 11 komika yang maju sebagai finalis stand up comedy, para dewan juri seperti Cak Lontong, Effendi Gazali, dan Iwel Sastra serta pembawa acara Mufti Sembako juga sesekali melempar joke mengkritik DPR RI.

Raih Emas Asian Games, Ini Cara Petenis Cantik Aldila Sutjiadi Dapatkan IPK 3,92

7 Fakta Pembunuhan Sadis Guru SD: Dikira Bunuh Diri Ternyata Dihabisi Suami Kedua karena Cemburu

Hari Ini, Wali Kota Jakarta Utara Hadiri Penutupan Gebyar Dakwah MUI di Rusunawa Marunda

Ini menambah kesegaran suasana. Para penonton, termasuk Bamsoet, dibuat tertawa terpingkal-pingkal.

"Terus terang saya tak menyangka, para peserta sangat kreatif dan cerdas. Mudah-mudahan DPR RI bisa terus memperbaiki diri, sehingga kedepannya para komika akan kesulitan meramu kata-kata dalam mengemas kritik menjadi bahan materi stand up comedy," kata Bamsoet.

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved