Pilpres 2019

Berpelukan dengan KH Ma'ruf Amin, Mahfud MD Ungkap Begini Perasaan Hatinya

Resepsi pernikahan Dimaz Raditya Nazar Soesatyo di JCC, Jakarta Pusat, Senin (10/9/2018) malam mempertemukan Mahfud MD dan KH Ma'ruf Amin.

Berpelukan dengan KH Ma'ruf Amin, Mahfud MD Ungkap Begini Perasaan Hatinya
Tangkapan Layar Kompas TV
Mahfud MD memeluk KH Ma'ruf Amin di resepsi pernikahan putra Ketua DPR RI Bambang Soesatyo di JCC, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (10/9/2018) malam. 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Resepsi pernikahan Dimaz Raditya Nazar Soesatyo di Jakarta Convention Center, Jakarta Pusat, Senin (10/9/2018) malam mempertemukan Mahfud MD dan KH Ma'ruf Amin.

Mahfud MD orang yang paling potensial menjadi bakal calon wakil presiden pendamping Joko Widodo di Pilpres 2019, namun di detik-detik terakhir partai koalisi pendukung Koalisi Kerja malah mengajukan KH Ma'ruf Amin.

Akhirnya, berdasarkan pertimbangan seluruh ketua umum partai pendukung, Jokowi pun memilih Ma'ruf Amin yang juga Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia.

Sementara itu, Mahfud MD yang sudah berkemeja putih dan siap-siap dipanggil untuk mendampingi Jokowi saat deklarasi harus beranjak dari restoran tak jauh dari lokasi deklarasi.

Setelah peristiwa politik itu berlalu, kedua tokoh ini bertemu di pernikahan putra Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Bambang Soesatyo.

Pernikahan Dimaz cukup meriah karena sejumlah pejabat negara, elite politik hadir di antaranya Mahfud MD dan Kiai Ma'ruf Amin. Turut hadir pula Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj.

Mahfud MD dan Kiai Ma'ruf bertemu di pintu masuk JCC. Saat itu, Kiai Ma’ruf akan meninggalkan lokasi, sementara Mahfud MD baru saja tiba dan hendak masuk ke tempat resepsi pernikahan.

Keduanya pun berpapasan dan saling menyapa lalu berpelukan akrab. Momen ini tertangkap kamera media, termasuk Kompas TV.

Mahfud MD yang dikonfirmasi soal sikapnya terhadap Kiai Ma'ruf, mengaku sudah melupakan peristiwa masa lalu. Ketika itu dirinya digadang-gadang menjadi cawapres, tapi digantikan Kiai Ma'ruf.

"Oh iya berpelukan. Berpelukan dengan Kiai Ma'ruf amin. Kita ini kan bersaudara," ungkap Mahfud MD kepada wartawan.

Tampak politikus PDI Perjuangan Maruarat Sirait ikut menyaksikan momen tersebut. Selain dia, ada politikus Partai Golkar, Misbakhun.

"Selesai ya selesai gitu aja. Berpapasan juga dengan Pak Aqil Siradj. Kemudian siapa lagi ya? Pak SBY juga. Cipika cipiki-lah sebagai anak bangsa. Begitu," mantan ketua Mahkamah Konstitusi itu melanjutkan.

Sempat kaget

Ketika Jokowi memilih Kiai Ma'ruf sebagai pendampingnya di Pilpres 2019, Mahfud MD mengaku sudah mendengar kabar tersebut.

Setelah tahu tidak dipilih, Mahfud MD mengaku tidak kecewa dengan keputusan Jokowi dan sembilan partai koalisi pendukungnya.

"Saya tidak kecewa, kaget saja, karena sudah diminta mempersiapkan diri, bahkan sudah agak detail," kata Mahfud, dalam sebuah wawancara di Kompas TV, pada Kamis (9/8/2018) sore.

Jokowi dan para partai pendukungnya mengungkap nama Ma'ruf Amin sebagai cawapres dalam sebuah pertemuan di restoran Plataran, Menteng, pada Kamis sore ini.

Setelah diminta mempersiapkan diri, Mahfud MD sebenarnya sempat menunggu di restoran yang tidak jauh dari tempat pertemuan.

Setelah beberapa lama menunggu, Mahfud memutuskan pulang.

Meski begitu, Mahfud menilai bahwa hal yang dialaminya sebagai peristiwa politik biasa.

"Biasa di dalam politik, itu tidak apa-apa," ujar mantan Menteri Pertahanan di era Presiden Abdurrahman Wahid ini.

"Kita harus lebih mengutamakan keselamatan negara ini daripada sekadar nama Mahfud, nama Ma'ruf Amin," ucap Mahfud.

Jokowi saat deklarasi menyebut Kiai Maruf sebagai tokoh agama yang bijaksana dan telah mengemban berbagai jabatan.

Kiai Ma'ruf pernah menjadi anggota legislatif DPRD, DPR, MPR, anggota Dewan Pertimbangan Presiden, Rais 'Aam PBNU hingga sekarang menjabat Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia.

Dalam kaitannya dengan kebhinnekaan, kata Jokowi, Kiai Ma'ruf menjabat anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila.

"Kami ini saling melengkapi, nasionalis religius," ungkap Jokowi.

Tersinggung Romahurmuziy

Beberapa hari setelah mengatakan dalam politik semuanya bisa terjadi, termasuk soal penujukan cawapres, Mahfud MD kembali angkat bicara.

Di Indonesia Lawyers Club TV One yang tayang pada Selasa (14/8/2018), Mahfud MD mengungkapkan di balik kegagalannya mendampingi Jokowi.

Mahfud MD mengaku sudah menyerahkan CV, termasuk mempersiapkan baju untuk hadir dalam deklrasi capres dan cawapres, oleh Menteri Sekretaris Negara Pratikno.

Bahkan Mahfud MD diminta berada di restoran yang dekat posisi Jokowi dan menunggu pengumuman.

Belakangan memang bukan Mahfud MD yang terpilih, tapi ia tak sakit hati.

Akan tetapi, Mahfud MD mengaku jika dirinya tersinggung dengan pernyataan Ketua Umum PPP Romahurmuziy.

"Romy begitu keluar dari ruangan itu, mengatakan loh Pak Mahfud itu kan maunya sendiri, bikin baju sendiri, siapa yang suruh?

Saya agak tersinggung itu.

Padahal Romy justru yang sehari sebelumnya mengatakan bahwa saya sudah final.

Pak Mahfud siapa yang membuat baju, itu kan kerjaannya tim sukses saja katanya.

Apa betul itu? Nah di situ kemudian klarifikasinya.

Saya dipanggil Pak Jokowi ke Istana. Pak Jokowi menjelaskan situasinya dihadapkan pada situasi serba sulit, clear Pak Jokowi mengatakan,

'Jika sampai kemarin sore itu sudah mengerucut ke satu orang, Pak Mahfud, sudah saya perintahkan, tapi tiba-tiba sore partai-partai datang, mengajukan calonnya sendiri-sendiri, lah saya akan tidak bisa menolak, saya kan bukan ketua partai, sementara ini koalisi harus ditanda tangani,' kata Pak Jokowi," ujar Mafud MD.

Mahfud MD kemudian mengatakan jika apa yang dilakukan oleh Jokowi sudah benar.

"Kalau saya jadi Pak Jokowi, pasti saya sudah melakukan hal yang sama," kata Mahfud MD.

Lebih lanjut, Mahfud MD meminta agar Romy tidak main-main dengan omongannya.

"Padahal dia yang memberi tahu ke saya.

Suatu saat, Arsul Sani mengatakan ke saya mas Romy mau ketemu, oke kalau ketemu di mana? kita ketemu," kata Mahfud.

Mahfud mengatakan jika akhirnya Romy mengunjungi rumahnya pagi-pagi.

"Lalu dia memberitahu, menyebutkan jika 10 nama (cawapres) memang berasal dari Pak Jokowi," ujarnya.

"Jadi Romy sejak awal sudah ke saya," imbuhnya.

Sandiaga Uno: Demokrat Kokoh di Kubu Prabowo-Sandiaga

Pengunjung Minta Pedagang di Kawasan Wisata Jembatan Cinta Tarumajaya Ditata

Berpelukan dengan Maruf Amin, Mahfud MD Angkat Bicara

Mahfud MD kemudian mengatakan jika sehari sebelumnya, dia dan politikus PPP Suharso Monoarfa bertemu Presiden Jokowi.

"Saya (Monoarfa) bersama Romy sudah bertemu Presiden, Romy mengatakan bahwa kalau pasangannya Prabowo itu Salim Segaf, nanti lawannya Pak Mahfud, kalau nanti pasangannya Prabowo itu AHY, sama-sama millenial lawannya Romy, tapi sudah tahu dia kalau Pak Jokowi pilih saya," kata Mahfud MD.

"Saya bilang, mas Anda ini kok ngomongnya beda, dengan yang waktu ketemu saya, jangan main-mainlah saya bilang," sambung Mahfud MD.

Saksikan videonya di bawah ini:

(TribunJakarta.com/Kompas TV)

Penulis: yogi gustaman
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved