Kasus First Travel

Minta Aset First Travel Dikembalikan, Korban Jemaah Umrah Bakal Geruduk Mahkamah Agung

Nantinya setelah aset diserahkan ke jemaah, aset dapat dijual untuk biaya Umrah jemaah yang sudah menyetorkan uang namun gagal berangkat Umrah.

Minta Aset First Travel Dikembalikan, Korban Jemaah Umrah Bakal Geruduk Mahkamah Agung
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Jemaah korban First Travel yang gagal berangkat Umrah saat menenteng koper, Sukmajaya, Depok, Senin (10/9/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, DEPOK - Kuasa hukum sejumlah jemaah korban First Travel Riesqi Rahmadiansyah menyatakan dalam waktu dekat akan menggeruduk Mahkamah Agung (MA).

Langkah ini diambil setelah Pengadilan Tinggi (PT) Bandung menguatkan vonis Pengadilan Negeri (PN) Depok yang memutus aset First Travel dirampas negara.

"Kami mau silaturahmi ke Mahkamah Agung, kita mau tahu siapa hakim agung yang akan mengadili kasus First Travel. Mau kita doakan sama-sama, semoga aset dikembalikan untuk jemaah. Ini sudah kasasi, habis ini inkrah. Upaya hukum terakhir," kata Riesqi kepada wartawan di Sukmajaya, Depok, Senin (10/9/2018).

Meski belum menentukan bagaimana cara pembagian aset, Riesqi menyebut hal itu bukan poin utama yang harus dipikirkan.

Menurutnya, yang terpenting adalah jemaah mendapat aset First Travel yang dibeli menggunakan uang mereka.

Nantinya setelah aset diserahkan ke jemaah, aset dapat dijual untuk biaya Umrah jemaah yang sudah menyetorkan uang namun gagal berangkat Umrah.

"Bilang bahwa aset dikembalikan untuk kepentingan jemaah. Bagaimana cara mengaturnya itu nanti, balikin aja dulu putusannya. Karena kalau nanti di kasasi diputus lagi aset untuk negara, ya negara lumayan deh dapat tambahan uang," ujarnya.

Ia dan ribuan jemaah yang diwakili berencana menyambangi MA dengan membawa koper First Travel yang tak disita sebagai barang bukti.

Ada sekira 26 ribu koper yang disimpan di satu gudang milik pemegang kuasa aset First Travel Amir T. Latuconsina.

Halaman
12
Penulis: Bima Putra
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved