Kisah Inspiratif
Ini Kisah Asep Muhammad Budrik, Marbot Masjid yang Lulus Kuliah dari UIN Bandung dengan IPK 3,99
Asep Muhammad Budrik dilantik menjadi sarjana jurusan Administrasi Publik Fakultas Ilmu Sosial Politik, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, dengan IPk 3,9
Karena sekolah masih terbilang cukup baru, akses mendapatkan beasiswa begitu sulit, bahkan untuk daftar SNMPTN saja, siswanya sendiri yang mengurusinya, katanya.
"Untuk mendapatkan beasiswa bidikmisi, karena sekolah kami belum terdaftar juga untuk dapat ikut akses mendapatkan beasiswa itu, jadi saya sempay bingung juga," ujar Asep.
Oleh karena itu juga dirinya tidak mengikuti seleksi SBMPTN atau mencoba daftar ke perguruan tinggi yang lain.
Terlebih untuk ikut sbmptn saja dia harus membayar uang pendaftaran, toh jika pun lulus menurutnya, belum tentu dirinya akan melanjutkan atau mengambil hasilnya, karena ketidak sanggupan orangtuanya membiayainya kuliah.
Walaupun begitu, Asep sekarang bersyukur dan mendapatkan hikmah, kuliah di Uin Bandung, Asep mendapatkan beasiswa pada semester 3 selama dua tahun berturut-turut dari DIPA, dan dilanjutkan dengan beasiswa dari Bank Indonesia sampai dengan dia lulus.
Asep berharap, pemerintah dapat lebih memperhatikan orang semacam dirinya yang memiliki semangat belajar, dan memudahkan akses beasiswa.
"Karena saya merasa akses informasi beasiswa itu masih susah didapatkan," ujar Asep.
Upaya Mandiri Setelah Lulus
Semasa kuliah sampai sekarang Asep berwirausaha berjualan, semisal flashdisk, parfum, makanan dan juga pakaian.
Dia mengaku, selagi dirinya sedang memiliki uang modal dan ada kesempatan peluang usaha, maka dia lakoni.
"Selagi ada kesempatan lumayan untuk menambah uang jajan," ujarnya.
Setelah Asep menyelesaikan studinya, dia mengaku langsung mengambil peluang usaha lainnya sebagai langkah awal melanjutkan hidupnya yang kini tidak lagi dibiayai oleh kedua orangtuanya.
"Jadi saya tekadkan setelah beres kuliah untuk tidak lagi bergantung kepada orangtua," ujarnya.
Baru satu bulan ini, Asep tengah merintis usaha berjualan beras bersama ketiga rekannya dan bergabung di Yayasan Ashabu ash Shuffah Indonesia di Ujung Berung.
Dalam Kegiatan di Yayasn Ashabu Ash Shuffah Indonesia itu, Budrik mengaku sekaligus dapat menekspresikan ilmu yang selama ini dipelajarinya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/asep-muhammad-budrik-wisudawan-universitas-islam-negeri-uin-sunan-gunung-djati-bandung_20180919_165604.jpg)