Suporter Tewas

Haringga Loyal untuk Persija Jakarta, Idolakan Girlband JKT48, Begini Kebiasan Pengeroyoknya

Ayah Haringga, Siloam (52) mengatakan peristiwa yang menimpa putra bungsunya itu harus dijadikan pelajaran bagi semua pihak.

Penulis: Ferdinand Waskita | Editor: Y Gustaman
TribunJabar/Istimewa
Haringga Sirla saat berlibur bersama keluarganya di Candi Prambanan, Yogyakarta, belum lama ini. 

"Katanya ada member juga yang mengucapkan bela sungkawa di akun media sosialnya," ujar Siloam.

Ibu korban, Mirah (55), juga mengakui hal yang disampaikan suaminya.

Bahkan, benerapa teman anaknya yang sama-sama mengidolakan JKT48 sempat melayat ke Cengkareng sebelum keluarga berangkat ke RS Sartika Asih, Bandung, Minggu (23/9/2018) malam.

Namun, ia mengatakan, para Wota itu tidak ikut mengantar untuk menjemput jenazah korban dan membawanya ke Indramayu.

"Mereka di rumah sampai Senin pagi, yang ikut ke Indramayu teman-teman Ari dari The Jakmania Cengkareng saja," kata Mirah.

Sosok Pelaku Lulusan SD

Ika Wartika Ibu terduga pelaku pengeroyokan Haringga Sirila tengah menunjukkan foto terbaru DFA di kediamannya, Kota Bandung, Senin (24/9/2018).
Ika Wartika Ibu terduga pelaku pengeroyokan Haringga Sirila tengah menunjukkan foto terbaru DFA di kediamannya, Kota Bandung, Senin (24/9/2018). (ery chandra/tribun jabar)

Remaja lulusan Sekolah Dasar (SD), DFA (16) yang terlibat aksi pengeroyokan yang menewaskan anggota Jakmania Haringga Sirila (23) di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) dalam kesehariannya membantu orangtuanya berjualan bensin eceran.

Hal itu disampaikan oleh Ibu pelaku pengeroyokan berinisial DFA, Ika Wartika (37), mengatakan sejak menyelesaikan pendidikan SD, anak pertamanya dari dua bersaudara itu tidak berminat untuk terus melanjutkan lagi ke jenjang yang lebih tinggi.

"Dia enggak mau meneruskan lagi pas sempat masuk pesantren di Soreang, Kabupaten Bandung. Kami orangtua tidak bisa memaksa saat itu," ujar Ika, di kediamannya, Jalan Situ Gunting RT.07/01, Kelurahan Sukahaji, Kecamatan Babakan Ciparay, Kota Bandung, Senin (24/9/2018).

Ika mengatakan terakhir aktivitas keseharian anaknya tersebut adalah membantu suaminya berjualan bensin eceran di Pom Mini.

"Secara gantian sama bapaknya kalau menunggu pom mini. Enggak pernah main jauh-jauh hanya di sekitar sini dan membantu berjualan bensin," ujar Ika.

Pelaku Warga Cianjur

?Lima orang pria berkostum ciri khas suporter Persib Bandung digelandang ke Mapolrestabes Bandung, Minggu (23/9) malam. Mereka terlibat dalam pengeroyokan hingga menewaskan seorang warga Cengkareng yang diduga suporter Persija Jakarta.
?Lima orang pria berkostum ciri khas suporter Persib Bandung digelandang ke Mapolrestabes Bandung, Minggu (23/9) malam. Mereka terlibat dalam pengeroyokan hingga menewaskan seorang warga Cengkareng yang diduga suporter Persija Jakarta. (mega nugraha/tribun jabar)

Seorang warga Cianjur, (DS), yang diduga terlibat pengeroyokan suporter The Jakmania diketahui sejak kecil tinggal bersama dengan kakek dan nenenya.

Sejak umur satu tahun DS sudah ditinggal pergi ayahnya. Sepeninggal ayahnya ibunya juga merantau bekerja ke luar kota.

Sang kakek, Endang Sutarman (68) kini sudah renta karena menderita sakit. Sehari-hari ia hanya terbaring di sebidang kasur yang terletak di ruang tamu rumah. Sudah dua bulan Endang terbaring tak berdaya. Ia dirawat sang istri, Popon (54).

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved